• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Diusulkan Jadi Kampung Redam, Menteri HAM Tinjau Kawasan Bandarharjo Semarang

utia by utia
1 Oktober 2026
in Semarang, News
69 2
Menteri HAM Natalius Pigai didampingi Walkot Agustina Wilujeng Pramestuti saat meninjau kawasan Syahbandar, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (30/9). (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Menteri HAM Natalius Pigai didampingi Walkot Agustina Wilujeng Pramestuti saat meninjau kawasan Syahbandar, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (30/9). (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

543
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota Semarang berencana mengembangkan Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, menjadi Kampung Redam atau Rekonsiliasi dan Perdamaian.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai saat meninjau kawasan Syahbandar, di Kelurahan Bandarharjo, Rabu, 30 September 2026.

Kampung Redam menjadi bagian dari upaya pemerintah mencegah konflik sosial sekaligus memperkuat persatuan dan integrasi masyarakat. Pigai mengatakan, Indonesia memiliki masyarakat yang sangat beragam, baik dari sisi suku, agama, ras maupun antargolongan. 

Kondisi tersebut menurutnya perlu diimbangi dengan langkah pencegahan konflik sejak tingkat paling bawah. Menurutnya, kampung menjadi titik penting dalam membangun integrasi sosial masyarakat.

“Untuk itulah, titik terkumpul terendah masyarakat itu adalah di kampung. Maka titik terendah masyarakat di kampung ini harus kita hadirkan Kampung Redam untuk menjaga persatuan, kesatuan, integrasi sosial,” katanya.

Ia menjelaskan, Kampung Redam tidak hanya berfungsi sebagai ruang rekonsiliasi. Kementerian HAM juga akan ikut memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan penyelesaian persoalan terkait hak asasi manusia.

Jika terjadi persoalan antar masyarakat, Pigai menegaskan Kementerian HAM dapat melibatkan mediator HAM untuk membantu proses penyelesaian.

Bahkan, apabila konflik berkembang ke wilayah yang lebih luas, seperti tingkat kecamatan atau kabupaten, Kementerian HAM dapat turut membantu penanganan konflik dengan melibatkan pemerintah daerah serta aparat terkait.

“Tujuannya adalah menghadirkan kedamaian, persatuan, keadilan, dan integritas sosial masyarakat,” ujar Pigai.

Pigai mengatakan, pemerintah masih melakukan inventarisasi untuk menentukan lokasi-lokasi yang akan menjadi Kampung Redam. 

Usulan lokasi nantinya berasal dari pemerintah kabupaten dan kota, sebelum dilakukan verifikasi oleh tim. Penentuan lokasi salah satunya mempertimbangkan daerah yang memiliki riwayat konflik sosial atau masih menyisakan persoalan akibat konflik masa lalu.

Menurutnya Bandarharjo menjadi salah satu kawasan yang dinilai memiliki latar belakang tersebut. Pasalnya, kampung ini dulunya terkenal dengan kawasan hitam yang memiliki sejarah konflik dengan Kelurahan Kuningan.

Dari sini lah muncul istilah Jalur Gaza, yakni sebuah jembatan yang menghubungkan antara Bandarharjo dan Kuningan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, karena pernah terjadi pertikaian antar kelompok maka ia mengusulkan agar menjadikannya sebagai Kampung Redam.

“Di sini terkenal ada Jalur Gaza. Dulu di sini ruwet. Pertikaian di sini kan sudah turun-temurun. Nah, titik temunya kan rekonsiliasi,” kata Agustina.

Menurutnya, pengalaman masa lalu tersebut justru dapat menjadi pembelajaran untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perdamaian.

Agustina mengatakan, Pemkot Semarang akan mengusulkan kawasan tersebut sebagai Kampung Redam apabila mendapatkan persetujuan.

“Untuk sebuah kesadaran menjadikan Semarang damai dan membangun, nanti kalau diizinkan kami akan buat Kampung Redam, Rekonsiliasi dan Perdamaian, di sini,” ujarnya.

Jurnalis: Syahril Muadz/Lingkar Network
Editor: Utia Lil

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Semarang Hari IniBerita Semarang TerkiniKampung Redam
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Karantina Jateng Perketat Lalu Lintas Hewan Antardaerah, Rabies Dibendung

Next Post

Pemkab Blora Pastikan Dana Bantuan Bencana dari BNPB RI Cair Awal 2027

utia

utia

Berita Terkait

Cegah Pungli, Dishub Semarang Perkuat Penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu

Cegah Pungli, Dishub Semarang Perkuat Penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu

by utia
16 Oktober 2026
508

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pehubungan (Dishub) mulai memperkuat pengawasan pengelolaan parkir melalui penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu.  Penguatan itu dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan...

Tampilkan 64 Koleksi Sejarah, Walkot Semarang Ajak Warga Pahami Pertempuran Lima Hari

Tampilkan 64 Koleksi Sejarah, Walkot Semarang Ajak Warga Pahami Pertempuran Lima Hari

by utia
16 Oktober 2026
508

SEMARANG, Harianmuria.com - Sebanyak 64 koleksi sejarah kini dipamerkan di Gedung Lawang Sewu, Semarang, untuk mengajak masyarakat membaca kembali perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Pameran bertajuk “Dari Semarang...

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

by utia
15 Oktober 2026
544

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai mengeruk 33 sungai dan membenahi saluran drainase di sejumlah titik. Langkah ini sebagai antisipasi banjir menjelang...

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

by utia
15 Oktober 2026
517

SEMARANG, Harianmuira.com - Ratusan guru SMP di wilayah Kota Semarang turut serta dalam lomba literasi dan numerasi yang digelar Dinas Pendidikan setempat. Lokasi perlombaan berbasis City Map ini...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dinkes Rembang Buka Aduan Masyarakat, Tenaga Puskesmas Dilatih Service Excellence

Dinkes Rembang Buka Aduan Masyarakat, Tenaga Puskesmas Dilatih Service Excellence

28 Juli 2026
670
Kasus Keracunan MBG di Pati, Dewan Minta Pemulihan Kesehatan Korban Jadi Prioritas

Kasus Keracunan MBG di Pati, Dewan Minta Pemulihan Kesehatan Korban Jadi Prioritas

17 September 2026
536

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya