REMBANG, Harianmuria.com – Memasuki musim kemarau 2026, petani di Dusun Sangkrah, Desa Logede, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang mulai kesulitan dapatkan air untuk pengairan lahan.
Lahan pertanian di Desa Logede didominasi lapisan padas membuat sumber air yang diperoleh terbatas meskipun melakukan pengeboran sumur.
Petani Dusun Sangkrah, Giyanto, mengatakan minimnya sumber air telah menjadi persoalan yang berulang setiap musim kemarau. Ia berharap pemerintah dapat membantu pembangunan sumur deker sebagai tempat penampungan air bagi lahan pertanian.
“Ketika musim kemarau seperti ini petani kesulitan mendapatkan sumber air. Kalau sumur bor sampai kedalaman 30 meter, yang mengandung air hanya sekitar 12 meter, sisanya padas. Jadi kami sangat berharap pemerintah memberikan bantuan sumur deker untuk tampungan air petani di sini,” ujarnya.
Menurut Giyanto dengan sumur deker akan sangat membantu petani menyimpan cadangan air sehingga tanaman tetap bisa diairi meski curah hujan menurun.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan, mengatakan pihaknya telah mengusulkan pembangunan sumur deker melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2026.
“Untuk pengadaan sumur deker sudah kita usulkan. Saat ini kita menunggu anggaran perubahan tahun ini, semoga bisa terealisasi,” terangnya pada Selasa, 23 Juni 2026.
Dintanpan akan mengawal proses pembahasan anggaran agar usulan sumur deker dapat segera direalisasikan.
“Harapan kami usulan ini bisa disetujui sehingga pembangunan sumur deker segera dilaksanakan. Dengan begitu, petani memiliki sumber cadangan air saat musim kemarau dan produktivitas pertanian di Desa Logede maupun wilayah sekitarnya tetap terjaga,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











