REMBANG, Harianmuria.com – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Satuan Tugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Rembang mengatur skema pelaksanaan agar berjalan optimal.
Skema pelaksanaan MBG untuk bulan Ramadan itu dibahas dalam rapat koordinasi bersama mitra dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gedung Setda Rembang, Kamis, 12 Februari 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menilai momentum Ramadan membutuhkan penyesuaian teknis agar program MBG tetap efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menegaskan bahwa skema MBG selama Ramadan harus dirancang secara matang, termasuk kemungkinan penyediaan makanan kering atau pola distribusi lain yang akan diatur melalui surat edaran resmi.
“Kita perlu kejelasan teknis. Jangan sampai pelaksanaan di lapangan berbeda-beda. Harus ada pedoman yang jelas,” ujarnya.
Menurut Wabup yang juga Ketua Satgas MBG, meskipun terdapat penyesuaian selama Ramadan, prinsip utama MBG tidak boleh berubah yakni memastikan kecukupan gizi anak tetap terpenuhi. Ia mengingatkan agar kualitas dan standar operasional prosedur (SOP) tetap dijaga.
“Gizi dan kualitas harus menjadi nomor satu. Anggaran per porsi harus direalisasikan sesuai ketentuan, tidak boleh dikurangi,” tegasnya.
Selain aspek teknis distribusi, pihaknya menyoroti pentingnya keamanan pangan dan kesehatan lingkungan selama Ramadan. Pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta pemeriksaan kualitas air harus tetap dilakukan secara berkala guna mencegah potensi gangguan keamanan pangan.
Saat ini, 59 dari 109 SPPG di Kabupaten Rembang telah beroperasi. Ia berharap kesiapan sistem selama Ramadan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan program berjalan tertib dan akuntabel.
Pihaknya juga membuka peluang business matching antara SPPG dengan BUMD serta dukungan perbankan bagi pengelola yang membutuhkan tambahan permodalan, agar rantai pasok tetap stabil di tengah potensi peningkatan kebutuhan bahan pangan selama Ramadan.
“Kita ingin MBG tetap menjadi solusi, bukan menimbulkan persoalan baru, apalagi di bulan yang penuh berkah ini,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











