REMBANG, Harianmuria.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti baru-baru ini memberikan arahan kepada Pemerintah Kabupaten Rembang untuk menambah alokasi anggaran untuk program beasiswa.
Hal ini ia sampaikan dalam rangka seminar nasional HUT Forum Anak Beasiswa (FABs) ke-9 pada Sabtu, 4 Juli 2026 lalu. Dalam kegiatan ini, Abdul Mu’ti mengapresiasi program Gaspol (Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 Tahun) dan Satu Desa Satu Sarjana.
DPRD Kabupaten Rembang pun merespon arahan penambahan anggaran beasiswa tersebut. Anggota Komisi IV Puji Santosa menegaskan pihaknya mendukung penuh penambahan anggaran tersebut.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari visi Bupati Harno dan Wakilnya M. Hanies Cholil Barro’ yang harus diwujudkan demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Rembang.
“Itu terkait dengan visi Kepala Daerah Harmonis (Harno-Hanies), yaitu Satu Desa Satu Sarjana. Kemarin kami sudah berkomunikasi dengan TAPD dalam rapat Banggar. Anggaran itu harus full,” ujar Puji, Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia menyebut saat ini anggaran beasiswa yang dialokasikan sekitar Rp4,2 miliar. Apabila kebutuhan meningkat, DPRD siap mendukung penambahan anggaran.
“Kalau saat ini ada sekitar Rp4,2 miliar. Kalau ke depan kira-kira kurang, langsung kita tambah. Karena ini visi dan misi Bupati yang harus terpenuhi. Kita sepakat mencerdaskan anak bangsa, sehingga generasi muda di Kabupaten Rembang harus siap,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, mengatakan Pemkab Rembang juga akan mengupayakan tambahan pendanaan beasiswa dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, Dindikpora akan mengajukan proposal resmi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) yang akan difasilitasi oleh Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPPMP).
“Proposal secara resmi kepada Kemdikdasmen akan difasilitasi pimpinan melalui Kepala BPPMP. Nanti kami akan mengajukan usulan untuk tambahan beasiswa dengan anggaran APBN, ditambah usulan penuntasan anak tidak sekolah,” kata Achmad Sholchan.
Selain itu, pihaknya juga mendapat arahan dari Bupati Rembang untuk berkoordinasi dengan SMK Negeri 2 Rembang agar segera mengajukan bantuan ke pemerintah pusat, mengingat sekolah tersebut memiliki jurusan kelautan yang dinilai berpotensi memperoleh dukungan program dari pemerintah.
“Pak Bupati juga meminta kami berkoordinasi dengan Kepala SMK Negeri 2 yang memiliki jurusan kelautan untuk segera mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Tia











