GROBOGAN, Harianmuria.com – Puluhan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Grobogan masih kekurangan murid baru setelah pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 rampung.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan mencatat dari 804 SD yang ada, sebanyak 74 sekolah hanya menerima kurang dari 10 peserta didik baru. Bahkan, 18 sekolah di antaranya memperoleh kurang dari lima siswa.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Grobogan, M Irfan, mengatakan rendahnya jumlah pendaftar dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari penurunan jumlah anak usia sekolah hingga perubahan preferensi orang tua dalam memilih lembaga pendidikan.
“Faktornya beragam, mulai dari jumlah anak usia sekolah yang menurun, pilihan orang tua ke sekolah swasta berbasis agama, hingga kondisi geografis dan lokasi sekolah,” ujarnya, Sabtu, 11 Juli 2026.
Selain faktor demografi, kondisi wilayah juga menjadi salah satu penyebab. Beberapa sekolah berada di daerah terpencil, sementara sebagian lainnya memiliki jarak yang berdekatan dengan sekolah lain sehingga persaingan mendapatkan peserta didik semakin tinggi.
Saat ini, empat sekolah tercatat belum memperoleh murid baru. Dua di antaranya, yakni SDN 4 Dimoro dan SDN 3 Juworo, memang tidak membuka penerimaan karena akan mengikuti proses regrouping atau penggabungan sekolah.
Sementara dua sekolah lainnya yang belum mendapatkan peserta didik baru adalah SDN 3 Prigi di Kecamatan Kedungjati dan SD Pesantren Unggulan Miftahus Saadah di Kecamatan Wirosari.
Sejumlah sekolah lain juga masih mendapatkan jumlah siswa yang sangat minim. Salah satu SD di Kecamatan Geyer baru memperoleh dua peserta didik. Enam sekolah lainnya masing-masing menerima tiga siswa dan tersebar di Kecamatan Godong, Wirosari, Ngaringan, Karangrayung, serta Kedungjati.
Adapun empat sekolah yang berada di Kecamatan Geyer, Brati, Karangrayung, dan Pulokulon masing-masing baru mendapatkan empat siswa. Sementara SD Satap Tumbuh Kembang Godong tercatat menerima lima siswa baru.
Meski menghadapi kondisi tersebut, Disdik Grobogan memastikan belum ada rencana menutup sekolah yang kekurangan murid. Sekolah tetap diberi kesempatan membuka pendaftaran hingga tahun ajaran baru dimulai melalui mekanisme pendaftaran langsung.
“Untuk yang masih minim tersebut tetap membuka sampai masuk ajaran baru. Mereka offline,” kata Irfan.
Selain persoalan minimnya pendaftar, pelaksanaan SPMB jalur daring juga masih menyisakan dua sekolah yang belum memenuhi kuota setelah tahap daftar ulang pada 3 Juli 2026. Kekurangan tersebut terjadi karena sejumlah calon peserta didik tidak melakukan daftar ulang.
Dua sekolah yang masih membutuhkan tambahan siswa yakni SDN 2 Purwodadi dengan kekurangan dua siswa dan SDN 9 Purwodadi yang masih membutuhkan empat siswa untuk memenuhi kuota.
Disdik Grobogan berharap tambahan peserta didik masih dapat diperoleh melalui pendaftaran langsung hingga awal tahun ajaran baru.
Menurut Irfan, ke depan pihaknya akan melakukan penataan jaringan sekolah, termasuk kemungkinan regrouping terhadap sekolah yang dinilai tidak lagi efektif, agar layanan pendidikan tetap berjalan secara optimal dan merata.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid











