REMBANG, Harianmuria.com – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Rembang studi tiru ke kawasan Pasar Parahyangan di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Studi tiru tersebut untuk menyiapkan konsep pengembangan Pasar Kreatif Lasem agar lebih modern, tertata, dan mampu menjadi pusat ekonomi sekaligus destinasi kuliner.
Pasar Parahyangan adalah pasar yang dikelola oleh swasta dan dikenal sebagai pasar modern terpadu yang memadukan area belanja bahan pangan segar dengan pusat kuliner dalam satu kawasan yang tertata rapi dan higienis.
Pasar ini menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat mulai dari sayuran, buah-buahan, daging, hingga kebutuhan dapur lainnya dengan konsep penataan modern ber SNI.
Kawasan perbelanjaan tersebut juga menjadi surga kuliner dengan konsep hawker center yang menghadirkan beragam jajanan legendaris, makanan rumahan, hingga sajian modern dalam area yang nyaman dan bersih.
Lokasinya yang strategis di kawasan komersial Kota Baru Parahyangan, serta berdekatan dengan IKEA Kota Baru Parahyangan, menjadikan pasar tersebut ramai dikunjungi masyarakat.
Bupati Rembang Harap Event Menarik Digelar di Pasar Kreatif Lasem
Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, Mahfudz, menilai konsep Pasar Parahyangan sangat relevan untuk dijadikan referensi pengembangan Pasar Kreatif Lasem.
Menurutnya, pasar tradisional saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi harus mampu menjadi ruang publik yang nyaman dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Pasar Parahyangan ini memberikan gambaran bagaimana pasar tradisional bisa dikemas secara modern tanpa menghilangkan fungsi utamanya. Penataannya rapi, bersih, nyaman, dan dipadukan dengan pusat kuliner yang hidup. Konsep seperti ini yang ingin kami pelajari untuk diterapkan di Pasar Kreatif Lasem,” ujar Mahfudz pada Rabu, 20 Mei 2026.
Retribusi Pasar Kreatif Lasem Direncanakan Pakai Sistem Sewa
Pasar Kreatif Lasem nantinya diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat perdagangan masyarakat lokal, tetapi juga mampu mendukung sektor pariwisata dan UMKM di kawasan Lasem.
“Lasem memiliki potensi budaya dan wisata yang besar. Karena itu pasar juga harus ikut berkembang menjadi ruang ekonomi kreatif. Kami ingin menghadirkan pasar yang modern, bersih, nyaman, namun tetap memiliki identitas lokal dan memberi ruang luas bagi pelaku UMKM,” tambahnya.
Mahfudz berharap hasil studi tiru tersebut dapat menjadi bahan penyusunan konsep pengembangan pasar di Kabupaten Rembang, khususnya Pasar Kreatif Lasem agar mampu menjadi ikon baru pusat perdagangan dan kuliner modern di wilayah pesisir utara Jawa Tengah.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











