• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tim Riset MTs NU TBS Kudus Bikin Sabun Ramah Lingkungan dari Sampah MBG

ulfa puspa by ulfa puspa
20 Mei 2026
in Kudus, News, Pendidikan
74 4
Siswa kelompok ekstrakurikuler riset MTs NU TBS Kudus memamerkan produk sabun ramah lingkungan dari sampah MBG. (dok for Harianmuria.com)

Siswa kelompok ekstrakurikuler riset MTs NU TBS Kudus memamerkan produk sabun ramah lingkungan dari sampah MBG. (dok for Harianmuria.com)

598
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KUDUS, Harianmuria.com – Siswa MTs NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus berhasil membuat sabun cuci ramah lingkungan berbahan dasar sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG.

Sabun ramah lingkungan yang diberi nama EcoTasywiq tersebut merupakan hasil inovasi dan kreatifitas kelompok siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler riset.

Pembina ekstrakurikuler riset, Muhammad Rifai, menjelaskan bahwa ide pembuatan sabun bermula dari upaya mengolah sampah organik menjadi pupuk. Namun, produk tersebut belum mendapat respons luas sehingga muncul gagasan untuk menciptakan produk yang lebih mudah dimanfaatkan masyarakat.

“Awalnya kami mengolah sampah organik menjadi pupuk, tapi yang melirik masih sedikit. Akhirnya muncul ide membuat sesuatu yang lebih bermanfaat dan bisa digunakan sehari-hari. EcoTasywiq ini menjadi ikhtiar pertama madrasah dalam mengelola sampah,” ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.

Rifai menerangkan bahwa EcoTasywiq dibuat dari sisa sampah organik program Makanan Bergizi Gratis di madrasah. Limbah tersebut diolah melalui proses fermentasi anaerob atau kedap udara hingga menghasilkan ecoenzyme sebagai bahan dasar pembuatan sabun cuci.

Menurut Rifai, penggunaan bahan alami membuat sabun EcoTasywiq aman digunakan untuk mencuci peralatan makan, baik milik orang dewasa maupun bayi. Menurutnya, sabun tersebut lebih ramah lingkungan karena diproses secara alami tanpa bahan kimia berbahaya.

“Meskipun jika dibandingkan total sampah harian madrasah, sampah yang kami kelola belum banyak. Tapi ini langkah awal agar siswa terbiasa mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” jelasnya.

Saat ini, EcoTasywiq belum dipasarkan secara luas lantaran masih dalam tahap pengembangan. Pihak madrasah juga masih mempertimbangkan proses perizinan, termasuk izin BPOM serta penentuan harga jual yang sesuai.

Namun, masyarakat yang ingin mengetahui atau memperoleh produk tersebut dapat menghubungi pihak MTs NU TBS Kudus.

Selain mengembangkan EcoTasywiq, tim riset MTs NU TBS Kudus sebelumnya juga telah membuat produk kreatif berupa gantungan kunci karakter berbahan limbah tutup botol plastik. Sayangnya, keterbatasan cetakan karakter membuat produksi massal belum dapat dilakukan.

Rifai optimistis upaya pengelolaan sampah di lingkungan MTs NU TBS Kudus sudah berjalan ke arah yang tepat, terutama melalui kebiasaan memilah sampah sejak dini di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala MTs TBS Kudus, Salim, mengapresiasi lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, produk EcoTasywiq sejalan dengan langkah madrasah yang saat ini tengah menuju penilaian Adiwiyata

“Pengolahan sampah di madrasah memang tidak bisa dikerjakan satu dua orang saja, melainkan kerja sama antarindividu agar menciptakan nilai-nilai Adiwiyata dengan totalitas,” ungkapnya.

Ia berharap program Adiwiyata tidak sekadar menjadi ajang penilaian, tetapi benar-benar mampu menanamkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari warga madrasah.

Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Kuduskabupaten kuduskudusPendidikanpengolahan sampahsampah organikYayasan TBS Kudus
SummarizeShare43SendShare
Previous Post

Kembangkan Pasar Kreatif Lasem Lebih Modern, Rembang Studi Tiru ke Pasar Parahyangan

Next Post

Tabungan Tak Kunjung Cair, Puluhan Nasabah BMT BUS di Blora Lapor Polisi

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
511

BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi Rp1,9 miliar tahun anggaran 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dengan...

Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

by Sekar Sari
15 Oktober 2026
543

KUDUS, Harianmuria.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyediakan pelatihan kerja untuk lulusan SMA dan SMK sederajat. Pelatihan ini didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp400 juta...

Pemkab Kudus Targetkan 148 Jabatan Kepala Sekolah Terisi Akhir 2026

Pemkab Kudus Targetkan 148 Jabatan Kepala Sekolah Terisi Akhir 2026

by Sekar Sari
15 Oktober 2026
511

KUDUS, Harianmuria.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menargetkan seluruh kekosongan jabatan kepala sekolah dapat dituntaskan pada akhir tahun 2026 mendatang. Hal ini menyusul sebanyak 148 sekolah di Kabupaten...

Bahas Revisi Perda tentang Kepala Desa dan Perades, DPRD Kudus Jaring Aspirasi Masyarakat

Bahas Revisi Perda tentang Kepala Desa dan Perades, DPRD Kudus Jaring Aspirasi Masyarakat

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
525

KUDUS, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus menggelar forum dengar pendapat membahas revisi aturan tentang pemerintahan desa, Rabu, 14 Oktober 2026. Ketua DPRD Kabupaten Kudus,...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

3 Minggu Usai Kasus Keracunan MBG di Rembang, Dinkes Ungkap Hasil Laboratorium

3 Minggu Usai Kasus Keracunan MBG di Rembang, Dinkes Ungkap Hasil Laboratorium

28 Agustus 2026
742
Ilustrasi Dokter Ortopedi. (Freepik/Harianmuria.com)

Viral Pengobatan Alternatif Ida Dayak, Ini Penanganan Patah Tulang Menurut Dokter Ortopedi

6 April 2023
665

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya