REMBANG, Harianmuria.com – Pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat mulai dirasakan di daerah. Meski tidak berdampak pada pelayanan penerima manfaat, penyesuaian anggaran membuat jam kerja karyawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuangsan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang berkurang.
Kepala SPPG Kuangsan, Akhmad Bujang Abu Amar, mengatakan pengurangan anggaran dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan operasional mingguan serta jumlah penerima manfaat yang dilayani.
“Pengurangan tidak berdampak, hanya saja pengurangan tersebut disesuaikan dengan anggaran kebutuhan operasional SPPG selama satu minggu,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan, setiap pekan pihaknya akan kembali menyesuaikan kebutuhan anggaran berdasarkan operasional dan jumlah penerima manfaat yang saat ini mencapai 2.878 orang.
“Jadi setiap satu minggu anggaran akan dicari kembali sesuai kebutuhan operasional dan jumlah penerima manfaat yang kami kaver sebanyak 2.878,” terangnya.
Menurut Akhmad, dampak paling terasa justru dialami para karyawan. Sebab, hari kerja yang sebelumnya enam hari dalam sepekan kini dikurangi menjadi lima hari.
“Dampaknya mungkin lebih kepada karyawan. Yang semula bekerja enam hari sekarang menjadi lima hari,” katanya.
Dengan berkurangnya hari kerja, pendapatan yang diterima para pekerja juga ikut menurun.
“Jadi otomatis gaji yang karyawan terima hanya lima hari dalam seminggu, yang semula gajinya enam hari dalam seminggu,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator wilayah program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Rembang, Aprilia, enggan memberikan komentar terkait pemangkasan anggaran MBG tersebut.
Saat dikonfirmasi, Aprilia menyebut persoalan tersebut bukan menjadi kewenangannya untuk disampaikan kepada publik.
Ia juga meminta agar konfirmasi lebih lanjut disampaikan langsung kepada humas BGN pusat.
Sebagai informasi, Pemerintah memangkas pagu program MBG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026 dari semula senilai Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
“MBG sudah mencapai Rp75 triliun, itu 22,4 persen dari APBN yang sebesar Rp335 triliun. Tapi nanti bukan Rp335 triliun. Ada penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Presiden, sehingga dana Badan Gizi Nasional (BGN) bisa dipakai lebih efektif dan efisien,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Menkeu memberikan sinyal akan ada penghematan anggaran program MBG lanjutan, meski ia belum merinci detail rencana ke depan.
Namun, Purbaya mengatakan, Presiden Prabowo tengah memperbaiki manajemen program MBG serta cara BGN membelanjakan anggaran.
“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” tuturnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











