REMBANG, Harianmuria.com – Jemaah haji asal Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang atas nama Sudartik meninggal dunia saat tiba di Bandara Adi Soemarmo pada Rabu, 17 Juni 2026.
Sudartik merupakan jemaah haji dari kelompok terbang (Kloter) 47. Ia diketahui sempat mengalami sesak napas hebat saat pesawat mendarat dan para jemaah bersiap turun. Kondisinya kemudian menurun hingga tidak sadarkan diri.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Rembang, Ali Muchyidin, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan tim dokter, Sudartik mengalami gangguan kesehatan tepat setelah pesawat mendarat.
“Jemaah haji yang wafat tadi malam atas nama Ibu Sudartik, warga Kecamatan Pamotan, yang tergabung dalam Kloter 47. Berdasarkan informasi dari tim dokter, saat pesawat mendarat tadi malam almarhumah mengalami sesak napas,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Juni 2026.
Petugas kesehatan di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi almarhumah ke Klinik Kesehatan Embarkasi Solo sebelum dirujuk ke Rumah Sakit TNI AU (RSAU) dr. Siswanto, Colomadu, Karanganyar.
Meski telah mendapatkan penanganan medis secara intensif selama sekitar 30 menit, nyawa Sudartik tidak berhasil diselamatkan.
“Berdasarkan laporan medis yang kami terima, penyebab wafatnya almarhumah dipicu oleh serangan atau gangguan jantung. Pada malam itu juga jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka di wilayah Pamotan menggunakan ambulans,” jelasnya.
Ali Muchyidin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap seluruh amal ibadah almarhumah selama menunaikan ibadah haji diterima Allah SWT dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan.
“Kami dari jajaran Kantor Kantor Kementerian Haji Rembang, dan saya pribadi, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Sudartik. Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima di sisi-Nya, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, kekuatan, dan ketabahan,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











