PATI, Harianmuria.com – Masyarakat Kabupaten Pati mempertanyakan penyaluran beasiswa sarjana bagi masyarakat kurang mampu yang mandek sekitar tiga bulan.
Terkait isu tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Risma Ardhi Chandra memastikan bahwa program beasiswa sarjana tidak berhenti. Menurutnya, program beasiswa sarjana belum bisa cair karena terkendala dana.
Chandra menyebut anggaran untuk beasiswa sarjana bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Akan tetapi, sifat dari CSR tersebut juga tidak wajib.
“CSR itu masih. Jadi karena ada beberapa perusahaan yang tahun ini tidak memberikan CSR-nya,” terangya kepada awak media di Pendopo Kabupaten Pati pada Selasa, 30 Juni 2026.
Lantaran hal tersebut, kata Chandra, Pemerintah Kabupaten Pati harus mencari sumber dana lain agar program pendidikan tersebut tetap berjalan.
“Kita gali lagi anggarannya. Ini sudah kami himpun dari Dinas Pendidikan dan BPD (bank) Jateng juga sudah ada yang menyalurkan,” terangnya.
Selain itu, pemerintah masih menyiapkan petunjuk teknis pelaksanaan penyaluran program beasiswa sarjana.
“Juknisnya masik dibikin. Sabar, intinya semua akan dilaksanakan,” ucapnya.
Rencananya, dana program beasiswa sarjana akan dibahas pada rapat anggaran perubahan tahun 2026.
“Nanti di agenda perubahan akan dianggarkan karena kita tidak bisa memaksa perusahaan untuk memberikan CSR kepada kita. Karena CSR hukumnya tidak wajib kalau punya kelebihan dikasih kalau tidak ya tidak,” terangnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











