PATI, Harianmuria.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Ruhani mengaku siap menerapkan pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini nantinya akan menggantikan kurikulum 2013 yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi belajar siswa.
Ruhani menyebut, kebijakan ini sesuai dengan perintah Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 37 tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah. Kendati demikian, hingga saat ini seluruh madrasah yang ada di Kabupaten Pati masih diperbolehkan untuk memilih memakai kurikulum 2013 atau merdeka.
“Untuk madrasah berdasarkan hasil rapat virtual kemarin. Kami masih diperbolehkan untuk memakai kurikulum merdeka atau kurikulum 13. Jadi saat ini masih bisa memiliki salah satu,” ungkapnya.
Meski diperbolehkan memilih, pihaknya meyakini jika Kurikulum Merdeka merupakan terobosan terbaik untuk menggantikan kurikulum lama.
“Tapi setelah kami koordinasikan dengan teman-teman pengawas, untuk pelaksanaan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) kita rencanakan atau harapan kami untuk bisa mengikuti kurikulum merdeka. Walaupun sisi regulasinya masih diperbolehkan dua opsi,” terangnya.
Menurutnya, Kurikulum Merdeka ini juga sangat baik untuk meningkatkan kompetensi siswa di tengah arus globalisasi yang semakin kencang.
“Seluruh madrasah ayo bareng-bareng kita semangat berinovasi dan berkreativitas mensukseskan program negara secara mandiri,” lanjutnya.
Sejauh ini, dirinya mengungkapkan ada sebanyak 18 madrasah di Kabupaten Pati yang mengaku siap menerapkan Kurikulum Merdeka. Namun dirinya menyayangkan sikap pemerintah yang hingga saat ini belum memberi support anggaran. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











