PATI, Harianmuria.com – Usai hasil uji laboratorium kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) keluar,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong evaluasi pelaksanaan program.
Hasil pemeriksaan sampel makanan pada menu MBG yang didistribusikan SPPG Gembong 1 ditemukan bakteri Escherichia coli (E coli), Bacillus sp, dan Bacillus cereus pada menu nasi bakar dan orak-arik tempe.
Dinkes Pati menyatakan hasil pemeriksaan yang telah keluar baru mencakup parameter mikrobiologi. Parameter kimia masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Hasil keseluruhan akan dilakukan ekspertisi sebelum disampaikan kepada Satgas MBG.
Berdasarkan hasil tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan akan turut mengawal tindak lanjut kasus keracunan MBG tersebut.
“Kami tetap memantau, tetap ada tindakan sesuai mekanisme. Kan ada SPPG dan BGN, kami berharap ini bisa dicarikan solusi,” ujarnya, Kamis, 24 September 2026.
Menurutnya, harus ada tindakan terhadap pelaksanaan MBG termasuk penyedia makanan agar kasus serupa tidak terulang.
“Pastikan akan kita evaluasi, sanksi pasti kami rekomendasikan karena SPPG ini vertikal,” tegasnya. (adv)
Jurnalis: Arif Febriyanto/Lingkar Network
Editor: Ulfa











