• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Putus Rantai Penularan TBC, Pemkab Kendal Lacak Kasus hingga ke Desa

ulfa puspa by ulfa puspa
31 Agustus 2026
in Kendal, Kesehatan, News
74 2
Putus Rantai Penularan TBC, Pemkab Kendal Lacak Kasus hingga ke Desa | Harianmuria
587
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KENDAL, Harianmuria.com – Kasus tuberkulosis di Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal seperti fenomena gunung es. Pasalnya, kasus yang ditemukan masih lebih sedikit dibandingkan jumlah kasus yang sebenarnya ada di masyarakat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal berupaya menemukan kasus tuberkulosis di masyarakat dengan memberikan pelayanan cek kesehatan gratis (CKG). Dinkes juga melibatkan puskesmas untuk melacak kasus hingga ke desa.

Salah satunya kegiatan tracing Tuberculosis (TBC) Terintegrasi CKG yang diselenggarakan Puskesmas Weleri I di Aula Balai Desa Penyangkringan pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dokter Fungsional Puskesmas Weleri I, Ida Fitriana, mengatakan kasus TBC di Kendal, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Weleri I, masih menghadapi tantangan dalam hal penemuan kasus.

Penemuan kasus TBC, menurutnya, seperti fenomena gunung es karena kasus yang ditemukan masih lebih sedikit dari jumlah kasus yang ada di masyarakat.

“Kasus TBC ini masih seperti fenomena gunung es. Mungkin kasusnya banyak, tetapi yang ditemukan masih sedikit. Capaian angka penemuan kasusnya juga masih kurang,” ungkapnya.

Oleh karena itu penting untuk melacak kasus tuberkulosis di masyarakat. Menurut dr Ida, petugas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan, tetapi juga secara aktif melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang memiliki risiko kontak dengan pasien TBC.

“Ini untuk skrining dan mencari kasus suspek TBC, sekaligus mendekatkan layanan kesehatan hingga tingkat desa. Tujuan khususnya agar kita bisa mendeteksi lebih dini pasien yang terduga terindikasi penyakit TBC,” jelasnya.

Tracing atau pelacakan kasus juga dinilai menjadi salah satu langkah untuk memutus mata rantai penularan TBC. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada kontak dari pasien yang sebelumnya telah dinyatakan positif TBC.

“Di Desa Penyangkringan ini kita menyasar 100 orang. Kita mengacu kepada kontak yang sudah positif, kemudian kita tracing keluarga dalam radius 200 meter,” terangnya.

Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut. Apabila dari pemeriksaan fisik, rontgen, maupun pemeriksaan dahak ditemukan indikasi positif TBC, pasien akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan di puskesmas.

“Kalau hasil pemeriksaan, rontgen dan dahaknya positif, kita rujuk ke puskesmas untuk dilakukan pengobatan. Pengobatannya gratis. Kalau ada komplikasi penyakit lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, bisa kita rujuk ke fasilitas kesehatan lain, termasuk rumah sakit,” paparnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu.

“Ciri-cirinya antara lain batuk lama sekitar lebih dari dua minggu, panas naik turun, berat badan turun dan nafsu makan turun drastis,” jelasnya.

Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC. Pemeriksaan lebih dini penting agar mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

“Monggo, kalau ada gejala TBC silakan bisa ke puskesmas. TBC itu bisa diobati. Tetapi kalau memang TBC dan tidak diobati, penularannya sangat cepat sekali,” pesannya.

Salah satu warga Desa Penyangkringan, Dewi, mengatakan layanan pemeriksaan kesehatan sangat membantu masyarakat untuk mengetahui kondisi tubuh.

“Apalagi saya kan pedagang dan banyak kontak dengan orang. Jadi ini sangat bagus sekali untuk memeriksakan kesehatan dan mengetahui kondisi kesehatan saya,” ungkapnya.

Dewi berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan secara langsung di desa dapat dilakukan secara berkala sehingga masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan dan lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Kendaldeteksi dini TBCDinkes KendalkendalPemkab KendalTUBERKULOSIS
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

2.655 Hektare Lahan Padi di Pati Terancam Gagal Panen, Terluas di Kecamatan Gabus

Next Post

Jabat Ketum PBNU, Ini Sekilas Profil hingga Jejak Bisnis Abdul Hakim Mahfudz

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
513

DEMAK, Harianmuria.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus mengusulkan Jawa Tengah sebagai model percontohan penanganan tuberkulosis untuk seluruh Indonesia. Rencana tersebut disampaikan saat meninjau Layanan Active Case...

Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
515

KENDAL, Harianmuria.com – Warga Dusun Kalikunal, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Warga harus menempuh jarak sekitar 200 meter untuk mendapatkan air...

Harga Beras di Pasar Kendal Turun, Bapanas Ingatkan Pedagang Jual Sesuai HET

Harga Beras di Pasar Kendal Turun, Bapanas Ingatkan Pedagang Jual Sesuai HET

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
531

KENDAL, Harianmuria.com – Harga beras di Pasar Kendal menunjukkan tren penurunan seiring berlangsungnya panen raya. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kendal tetap memantau harga jual beras agar tetap mengacu...

Pemkab Kendal Imbau Warga Antisipasi Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

Pemkab Kendal Imbau Warga Antisipasi Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
515

KENDAL, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Kendal mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan potensi kebakaran pada musim kemarau. Salah satunya kebakaran di Desa Tejorejo. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan kejadian...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
517
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    207 shares
    Share 83 Tweet 52
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dinkes Ungkap 3 RSUD Blora Kekurangan Puluhan Dokter Spesialis, Ini Daftarnya

Dinkes Ungkap 3 RSUD Blora Kekurangan Puluhan Dokter Spesialis, Ini Daftarnya

3 Agustus 2026
567
Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
739

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya