JAKARTA, Harianmuria.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 resmi dijabat KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Penetapan Gus Kikin sebagai Ketum PBNU berdasarkan hasil Muktamar Ke-35 NU di Ponpes Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu, 30 Agustus 2026.
Gus Kikin terpilih setelah sembilan kiai Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) memutuskannya sebagai Ketua Umum PBNU yang baru, menggantikan komando Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Sebelumnya, nama Gus Kikin masuk daftar lima kandidat yang diajukan peserta muktamar. Empat kandidat lainnya yakni Zulfa Mustofa, Abdussalam Sochib atau Gus Salam, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta Abdul Ghofar Rozin atau Gus Rozin.
Nama Gus Kikin bukanlah sosok yang asing bagi warga Nahdliyin. Kiai kelahiran Jombang, Jawa Timur, itu merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Di samping itu, Gus Kikin juga menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Kiprahnya di lingkungan pesantren dan organisasi NU turut mengantarkan namanya didorong oleh para kiai di Jawa Timur untuk masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.
Silsilah Gus Kikin, Cicit Pendiri NU
Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1959 dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Ia merupakan keturunan ulama besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama.
Laman resmi PBNU menyebutkan, Gus Kikin merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy’ari.
Ayahnya, KH Mahfudz Anwar dikenal sebagai ulama yang menguasai ilmu fikih, tafsir, gramatika Arab, dan ilmu falak. Ia merupakan keturunan KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Jombang.
Sementara dari garis ibu, Gus Kikin memiliki hubungan dengan keluarga besar KH Hasyim Asy’ari. Ibunya, Nyai Abidah Maksum, merupakan putri KH Maksum bin Ali dan Nyai Khoiriyah Hasyim.
KH Maksum bin Ali dikenal sebagai ulama ahli falak dan penulis kitab Amtsilah at-Tashrifiyah. Adapun Nyai Khoiriyah merupakan putri KH Hasyim Asy’ari. Dengan garis keturunan tersebut, Gus Kikin merupakan cicit KH Hasyim Asy’ari.
Pendidikan dan Jejak Karier
Gus Kikin menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang dan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Jombang. Meski lekat dengan tradisi pesantren, Gus Kikin justru menempuh pendidikan formal.
Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Jombang, masing-masing di SDN Parimono, SMPN 1 Jombang, dan SMAN 2 Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada 1975-1979.
Pada 2013, Gus Kikin menyelesaikan pendidikan sarjana komunikasi di Universitas Terbuka. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Gus Kikin tak langsung pulang ke lingkungan pesantren. Ia justru menekuni dunia pelayanan dan bisnis.
Di bidang bisnis, Gus Kikin mendirikan sejumlah perusahaan di Surabaya dan kemudian memperluas usahanya ke Jakarta pada tahun 2000.
Sejumlah catatan menyebut Gus Kikin mengendalikan berbagai perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, antara lain transportasi, kontraktor, teknologi informasi, komoditas seperti pinang dan minyak atsiri, serta media penyiaran melalui PT Bama Berita Sarana (BBS Group).
Di sektor energi, ia mendirikan PT Energi Mineral Langgeng (EML) yang bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas bumi. Pengalaman di dunia usaha juga mengantarkan Gus Kikin aktif dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Pengalaman sebagai pengusaha berskala nasional tersebut menjadi salah satu modal manajerial Gus Kikin dalam menjalankan kiprah organisasinya, termasuk dalam mendorong penguatan dan kemandirian ekonomi warga Nahdliyin.
Kiprah di PBNU
Kendati berkecimpung di dunia bisnis, Gus Kikin tidak meninggalkan identitasnya sebagai santri dan mengabdikan diri di organisasi Nahdlatul Ulama. Dalam Muktamar NU 2022, ia dipercaya menjadi salah satu Ketua PBNU yang membidangi sektor ekonomi.
Gus Kikin juga dipercaya menjadi Ketua PWNU Jawa Timur secara definitif menggantikan KH Marzuqi Mustamar. Ia kemudian terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Timur untuk periode 2024-2029.
Kini, dalam Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung di Tambakberas, Jombang, Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Dengan amanah tersebut, Gus Kikin akan memimpin PBNU untuk masa khidmah lima tahun ke depan.
Dengan segudang pengalaman di bidang bisnis serta kultural NU yang lekat dalam dirinya, Gus Kikin diharapkan membawa wajah baru di PBNU bersama Rais Aam Miftachul Akhyar. Utamanya dalam membawa kemandirian ekonomi yang menjadi salah satu nafas perjuangan keagamaan dan sosial PBNU.
Ketum PBNU 2026-2031
Sebagai Ketum PBNU yang baru, Gus Kikin mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk kembali merapatkan barisan dan menjaga kebersamaan setelah rangkaian dinamika yang terjadi selama pelaksanaan muktamar.
Ia menegaskan bahwa NU merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, bukan organisasi untuk berpolitik. Menurut dia, NU memiliki pijakan keagamaan dan organisasi sebagai kompas dalam menjalankan roda organisasi.
“NU itu bukan untuk berpolitik. NU itu adalah organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan,” kata Gus Kikin menegaskan.
Menurut Gus Kikin, hubungan NU dengan politik merupakan dua hal yang berbeda. Sementara dalam hubungan dengan pemerintah, NU akan tetap memberikan dukungan sesuai dengan kewajiban umat Islam.
Jurnalis: Anta











