PATI, Harianmuria.com – Ada 15 dari 80 titik jalan rusak di Kabupaten yang menjadi prioritas perbaikan pada tahun anggaran 2026. Adapun 80 titik jalan rusak di Pati itu telah mendapat persetujuan Bupati dan DPRD untuk segera diperbaiki.
Kepala bidang bina marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati, Hasto Utomo, mengatakan 15 titik jalan tersebut merupakan titik vital penghubung antarkecamatan.
“Belum final (data rencana perbaikan jalan), masih ada perubahan. Data yang sudah pasti ada beberapa (15),” ungkap Hasto pada Kamis, 12 Februari 2026.
Hasto mengatakan proses administrasi masih berlangsung sehingga belum bisa dikerjakan dalam waktu dekat. Kendati demikian pihaknya menargetkan pekerjaan segera dikerjakan untuk mempermudah mobilitas masyarakat.
“Saat ini masih proses perencanaan. Perkiraan akhir Februari atau mungkin setelah lebaran baru bisa memulai pekerjaan,” tambahnya.
Pemkab Pati Setujui 80 Titik Jalan Rusak Diperbaiki 2026, Kapan Digarap?
Untuk di titik jalan yang rusak, perbaikan akan menggunakan konstruksi cor beton dengan kombinasi aspal hotmix.
“Untuk jalan terminal termasuk Guyangan-Runting, sudah masuk rencana penanganan tahun 2026. Panjang di terminal kurang lebih 1 kilometer, kalau Guyangan ke Runtung 2,5 kilometer dengan kombinasi cor beton aspal hotmix,” lanjutnya.
Pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar menunggu perbaikan jalan. Dia memastikan instruksi perbaikan jalan segera direalisasikan guna mendukung mobilitas warga.
Berikut daftar prioritas utama perbaikan jalan di Pati pada tahun anggaran 2026:
- Guyangan-Runting Rp7,4 miliar
- Prawoto-Kudus Rp5,25 miliar
- Tambakromo-Grobogan Rp7,2 miliar
- Boloagung-Trimulyo Rp6,85 miliar
- Sukopuluhan-Winong Rp4 miliar
- Tegalarum-Tegalwero Rp4,2 miliar
- Gabus-Tambakromo Rp 2,5 miliar
- Sukoharjo-Gembong Rp2,8 miliar
- Bumirejo-Lingkar Rp1 miliar
- Jenggolo-Pegandan Rp1,5 miliar
- Mencon-Kletek Rp4 miliar
- Sendansoko-Sumbermulyo Rp2 miliar
- Guyangan-Juwana Rp2,6 miliar
- Terminal-Ngantru Rp2,6 miliar
- Tlogowungu-Bapoh Rp 1,95 miliar.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Ulfa











