PATI, Harianmuria.com – Perayaan kelulusan yang berakhir pada tawuran antar pelajar di Pati mendapat sorotan dari Wakil Ketua I DPRD Pati, Joni Kurnianto. Menurut Joni, perayaan kelulusan sekolah tidak patut dilakukan dengan cara kekerasan.
Seperti diketahui, pada Senin (8/5) aksi perkelahian antar pelajar terjadi di depan SPBU Gemeces Pati yang diduga dilakukan oleh pelajar SMK BTB Juwana. Esok harinya, SMK N 4 Pati juga melakukan penyerangan terhadap SMA PGRI Pati.
Ia menilai perayaan kelulusan lebih baik dilakukan dengan kegiatan positif seperti menyumbangkan seragam dari pada melakukan aksi vandalisme.
“Saya imbau teman-teman, harusnya jangan berbuat seperti itu. Saya saja dulu lulus sekolah tidak seperti itu. Sayang seragam saya, lebih baik saya sumbangkan ke orang lain. Lebih berguna seperti itu, bukannya malah berantem atau tawuran,” jelas Joni.
Ditengah kondisi perekonomian negara yang belum stabil pasca pandemi Covid-19. Joni mengimbau agar anak-anak mulai memikirkan masa depan mereka.
Politisi dari Partai Demokrat ini mengingatkan bahwa moment kelulusan sekolah adalah fase kehidupan manusia yang sebenarnya. Sehingga, sudah seharusnya diisi dengan kegiatan yang positif bukan tawuran antar sesama pelajar.
“Apalagi cari kerja sulit, ekonomi negara sedang seperti ini. Seharusnya mereka paham, jadi jangan merugikan orang lain apalagi mukuli orang. Jika besar nanti mau jadi apa,” tambahnya.
Joni pun berpesan kepada para orang tua bersama dengan guru agar bisa bersama-sama memberikan pemahaman terhadap anak-anak agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











