SEMARANG, Harianmuria.com – Kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kendal dan Blora mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pemprov Turun Tangan Evaluasi SPPG
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan pihaknya sudah meminta seluruh tim terkait untuk melakukan asesmen lapangan. Evaluasi dilakukan guna memastikan standar pengolahan hingga distribusi makanan berjalan sesuai prosedur.
“Untuk SPPG yang keracunan kita akan meninjau, nanti kita evaluasi. Kita asesmen dari teman-teman tim kesehatan, tim percepatan MBG, nanti akan kita evaluasi semuanya,” ujar Gus Yasin.
Penyebab Keracunan Masih Diselidiki
Terkait kasus dugaan keracunan yang terjadi di SMPN 1 Blora, Gus Yasin menyebut bahwa Pemprov Jateng masih menunggu laporan resmi mengenai dugaan penyebab insiden tersebut.
“Kami belum mendapat laporan terkait dugaan penyebab keracunan di SMPN 1 Blora. Nanti setelah dapat laporan akan disampaikan,” jelasnya.
Hingga kini, hampir 1.000 SPPG telah beroperasi di seluruh Jawa Tengah. Banyaknya jumlah layanan ini, menurutnya, membutuhkan sistem pengawasan yang lebih ketat agar tidak membahayakan kesehatan siswa.
“Sudah hampir seribu SPPG yang berjalan. Ini tentu membutuhkan kontrol yang baik agar kualitas makanannya tetap terjamin,” imbuhnya.
Ratusan Siswa Alami Gejala Keracunan
Kasus dugaan keracunan ini menjadi sorotan publik setelah 204 siswa dari SMPN 1 Blora dan dua sekolah lainnya mengalami mual, muntah, dan diare usai menyantap menu MBG pada Selasa, 25 November 2025. Sebanyak 122 siswa harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Sementara itu di Kabupaten Kendal, 17 siswa SMPN 1 Kendal diduga mengalami keracunan serupa. Dari jumlah tersebut, 10 siswa dilarikan ke IGD RSUD Soewondo Kendal, 5 siswa ke Puskesmas Kendal, sementara 2 siswa lainnya menjalani perawatan di rumah karena gejalanya tergolong ringan.

Pemprov Jateng Perketat Pengawasan MBG
Pemprov Jateng menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas layanan MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
Evaluasi terhadap SPPG dipastikan akan dilakukan dalam waktu dekat, sembari menunggu hasil investigasi resmi terkait penyebab keracunan di dua daerah tersebut.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











