BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengajukan bantuan empat armada Bus Sekolah Gratis ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Langkah ini diambil untuk menekan angka penggunaan kendaraan pribadi di kalangan pelajar SMA/sederajat di wilayah Blora.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Sunyoto, mengatakan, usulan tersebut diajukan untuk tahun anggaran 2026.
“Kita mengajukan permohonan empat bus. Nantinya bus itu digunakan gratis untuk para siswa di Blora,” ujarnya, Rabu, 29 Oktober 2025.
Total Anggaran Rp5,59 Miliar untuk 4 Bus
Dalam proposal pengajuan, Pemkab Blora memperkirakan kebutuhan dana sekitar Rp5,59 miliar untuk empat armada bus. “Asumsinya bus medium dengan harga sekitar Rp1,4 miliar per unit, jadi empat armada bus kita ajukan,” jelas Sunyoto.
Bus tersebut direncanakan menjadi sarana transportasi pelajar lintas kecamatan, agar para pelajar tak perlu lagi bergantung pada sepeda motor atau ojek untuk berangkat sekolah.
65 Persen Siswa Siap Beralih ke Bus Sekolah
Sunyoto mengungkapkan, berdasarkan hasil survei analisis preferensi siswa, mayoritas pelajar menyambut positif rencana program ini.
“Sebanyak 65 persen pelajar pengguna kendaraan pribadi bersedia berpindah ke angkutan sekolah, dan 71 persen pengguna angkutan umum juga siap beralih,” paparnya.
Pemkab Blora Siap Penuhi 6 Komitmen
Dalam proposal ke Kemenhub, Pemkab Blora menyatakan kesanggupan memenuhi enam komitmen utama, meliputi:
- Mengoperasionalkan dan memelihara armada bus secara berkesinambungan melalui penganggaran daerah.
- Mengelola bus secara kelembagaan, baik melalui BLU, UPTD, atau BUMD.
- Mengembangkan pelayanan transportasi pelajar di wilayah yang mendapat bantuan.
- Memberikan dukungan teknis dan administrasi, termasuk penyusunan dokumen perizinan dan hibah.
- Menyediakan fasilitas pendukung, seperti garasi dan posko pengawasan.
- Melaporkan operasional bus secara berkala kepada pemerintah pusat.
“Kami siap menjalankan seluruh komitmen bila usulan ini disetujui,” tegas Sunyoto.
Usulan Juga Diajukan ke TAPD Blora
Tak hanya ke Kemenhub, Sunyoto mengatakan pihaknya juga mengajukan rencana pengadaan dua bus tambahan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Blora.
“Tahun 2026 sudah kami usulkan ke TAPD lewat opsi pajak, berupa pembelian dua bus medium,” tuturnya.
Usulan ke TAPD itu tak hanya mencakup pengadaan armada, tetapi juga biaya operasional selama satu tahun penuh agar layanan bisa berjalan efektif sejak awal peluncuran.
“Harapannya, bus sekolah gratis ini dapat segera dinikmati para pelajar Blora,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











