KUDUS, Harianmuria.com – Ketua DPRD Kabupaten Kudus, H. Masan, SE. MM, menegaskan pentingnya transparansi dalam seleksi terbuka untuk pengisian jabatan pimpinan tertinggi (JPT) pratama di tiga organisasi pemerintah daerah (OPD) pada tahun 2024. Ia menekankan bahwa proses ini tidak boleh disalahgunakan, mengingat pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada), Kudus, Selasa, 2 Juli 2024.
Dalam pernyataannya, Masan menyebutkan bahwa pihaknya akan mengantisipasi segala kemungkinan penyalahgunaan kewenangan yang muncul selama proses seleksi.
“Ketika di media ada hal yang janggal, kami akan mengantisipasi itu. Banyak kewenangan yang kita miliki, kemudian tentang penganggarannya, apakah sudah benar atau belum, ini kan belum kita cek,” ujar Masan.
Ia juga mengingatkan bahwa sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), tidak diperbolehkan melakukan mutasi dan seleksi terbuka (selter) tanpa izin. Namun, ada pengecualian untuk keadaan khusus demi kelancaran penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Kudus.
“Seperti yang diatur Mendagri bahwa tidak boleh melakukan mutasi dan selter, kecuali ada izin. Ini pengecualian, artinya ketika pengecualian ada hal-hal yang khusus demi keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Kudus,” tambahnya.
Masan juga menyoroti urgensi pemilihan jabatan ini dan menyarankan agar masyarakat dan media turut mengawasi prosesnya.
“Coba kita lihat sejauh mana urgensi dari pemilihan jabatan ini. Termasuk kami menyorotinya, kenapa Mendagri membuat edaran itu, karena menjelang Pilkada. Kalau menjelang Pilkada dilakukan mutasi, itu teror untuk para ASN. Mereka akan takut, mereka masih punya hak pilih, mereka berhak memilih, tetapi netralitasnya harus tetap terjaga,” jelas Masan.
Ia mengingatkan bahwa seleksi terbuka dan rencana mutasi tidak boleh menjadi alat untuk menakut-nakuti ASN atau mempengaruhi pilihan mereka.
“Jadi jangan sampai adanya selter dan rencana mutasi ini menjadi teror untuk para ASN, untuk dikendalikan ke salah satu calon,” tegasnya.
Masan menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya menjaga netralitas ASN agar proses pilkada dapat berjalan dengan jujur dan adil.(Lingkar Network | Muhammad Fathur Rohman – Harianmuria.com)











