• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Mantan Anak Buah Abu Bakar Ba’asyir Ini Nilai Paham Radikalisme Tengah Menurun

Sekar Sari by Sekar Sari
26 Agustus 2022
in News
69 3
POTRET: Mantan Anak Buah Abu Bakar Ba'asyir Tengah Menjelaskan kepada awak media. (Nisa Hafizhotus Syarifa/Harianmuria.com)

POTRET: Mantan Anak Buah Abu Bakar Ba'asyir Tengah Menjelaskan kepada awak media. (Nisa Hafizhotus Syarifa/Harianmuria.com)

555
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KUDUS, Harianmuria.com – Eks napi terorisme (napiter) Abu Tholut telah bertobat dari ajaran-ajaran radikalisme dan meminta masyarakat untuk menjauhi paham radikal yang saat ini masih mengintai. Dirinya merupakan salah satu mantan anak buah Abu Bakar Ba’asyir dan pada saat itu satu pemegang basis penting dalam Jamaah Islamiyah dengan mengelola kawasan Kalimantan, Sulawesi, dan Filipina.

Abu Tholut sendiri menilai bahwa paham radikal di Indonesia akhir-akhir ini sudah menurun. Hal itu dipengaruhi oleh berbagai sebab,mulai dari kesadaran masyarakat sampai peran penting tokoh agama.

“Berdasarkan pandangan saya, paham radikal ini kasusnya sudah banyak menurun seperti ISIS sudah tidak banyak menyolok. Saya kira ini karena unsur masyarakat sudah menyadari, tidak cepat terpengaruh oleh paham seperti itu. Kemudian juga berkat kerja keras tokoh agama, karena itu kan pemikiran mengatasnamakan agama terutama kiai ustad kontribusinya harus kita hargai,” paparnya.

Baru-baru ini, Abu Bakar Ba’asyir telah mengakui Pancasila. Bahkan pada 17 Agustus 2022, di Pesantren Al Mukmin Ngruki pihaknya menggelar upacara bendera untuk yang pertama kalinya. Bagi Abu Tholut, tidak ada yang aneh bagi Abu Bakar Ba’asyir ketika kemudian bisa dan mampu mengakui Pancasila. Sebab, katanya, Abu Bakar Ba’asyir yang pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Gontor di sana tidak diajarkan paham radikal. Selanjutnya, Abu Bakar juga pernah aktif sebagai aktivis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) juga tidak ada ajaran radikal seperti itu.

“Jadi ketika beliau (Abu Bakar Ba’asyir) awal dalam pergerakan Islam seperti itu. Itu mengakui Pancasila, ini sebenarnya kembali saja. Namanya anak manusia ke kiri sedikit ke kanan sedikit,” katanya.

Bahkan ia mengungkap, sisa-sisa jaringan yang saat ini masih ada pun sulit berkembang. Misalnya Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang memiliki hubungan dengan ISIS saat ini sulit berkembang karena pusatnya di Irak dan Suriah hancur. Kemudian untuk jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pun saat ini dikatakan sangat kecil dan susah bergerak, karena sudah tidak mendapat simpati dari masyarakat.

Diketahui, Abu Tholut juga dikenal dengan nama Mustofa, Imron, dan Herman ini pernah menjadi sosok sentral dalam berbagai aksi teror di Indonesia. Bahkan, dirinya sudah dua kali menjadi napiter.

Pada 2004, dirinya pernah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, kemudian bebas bersyarat pada 2007. Setelah itu, dia kembali ditangkap pada 2010 di rumahnya yang berada di Bae, Kudus. Dia kemudian mendekam di Lapas Kedungpane Semarang dan bebas pada 2015.

Ia berhararap bagi pihak-pihak yang masih tergabung dengan jaringan atau kelompok radikal yang acap kali melakukan aksi teror, agar bisa bertaubat. Jangan sampai masyarakat terbawa oleh pandangan-pandangan yang memanfaatkan situasi untuk memecah belah Indonesia.

“Kita itu tidak lepas dari dosa, sebagai muslim setiap hari harus bertaubat. Rasulullah saja setiap hari istighfar dan taubat 70 kali,” ucapnya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus Syarifa – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Abu Bakar Ba'asyirInfo KuduskudusNapiterPancasilaRadikalisme
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Lahan Produktif, Desa Asempapan Pati Jadi Potensi Besar Tambak Warga

Next Post

Puncak Musim Kemarau, BPBD Rembang Imbau Warga Waspada Musibah Kebakaran

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
531

KUDUS, Harianmuria.com – Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027 telah disepakati dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus...

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

by ulfa puspa
13 Agustus 2026
530

KUDUS, Harianmuria.com – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proses pembangunan Puskesmas Jekulo pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sidak dilakukan...

Warga Keluhkan Asap dan Debu Aktivitas Industri PG Rendeng Kudus

Warga Keluhkan Asap dan Debu Aktivitas Industri PG Rendeng Kudus

by ulfa puspa
11 Agustus 2026
530

KUDUS, Harianmuria.com – Masyarakat Kabupaten Kudus mengeluhkan asap dan debu aktivitas industri Pabrik Gula (PG) Rendang karena mengganggu kenyamanan. Keluhan tersebut mendapat respons Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Pihaknya kemudian...

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

by Sekar Sari
31 Juli 2026
1.6k

KUDUS, Harianmuria.com - Sosok ulama sekaligus penulis produktif asal Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, belakangan menjadi perhatian publik setelah memilih tidak hadir untuk menerima MUI Award 2026...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
689
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
532
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 7 PNS Pemprov Jateng Mengundurkan Diri, Ternyata Ini Alasannya

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Kudus Siap Adopsi Aturan Pembatasan Medsos Bagi Anak di bawah 16 Tahun

Kudus Siap Adopsi Aturan Pembatasan Medsos Bagi Anak di bawah 16 Tahun

10 Maret 2026
561
RSUD Kudus hadirkan layanan DSA untuk deteksi stroke.

RSUD Kudus Hadirkan Layanan DSA: Deteksi Stroke Kini Gratis via BPJS

15 Juli 2025
703

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya