• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

IDI Klaim Belum Ada Temuan Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di Kudus

Sekar Sari by Sekar Sari
22 Oktober 2022
in News
71 3
Ahmad Syaifuddin, Ketua IDI Kabupaten Kudus, ketika memberikan keterangan, Jumat (21/10). (Hasyim Asnawi/Harianmuria.com)

Ahmad Syaifuddin, Ketua IDI Kabupaten Kudus, ketika memberikan keterangan, Jumat (21/10). (Hasyim Asnawi/Harianmuria.com)

567
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KUDUS, Harianmuria.com – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kudus, Ahmad Syaifuddin angkat bicara mengenai penarikan lima merek sirup yang mengandung etilen glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) dan diduga melebihi ambang batas aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jumat (21/10).

Zat pembawa yang terkandung dalam Paracetamol tersebut, mempunyai kandungan yang melebihi batas aman konsumsi sehingga berpotensi menjadi racun. Hal ini terbukti dengan naiknya angka gagal ginjal akut yang dialami anak-anak akibat obat sirup.

Syaifuddin menjelaskan, setiap zat pembawa yang melebihi dosis batas aman konsumsi akan menjadi racun berbahaya. Ia mencontohkan Paracetamol lima merek sirup yang dilarang peredarannya oleh BPOM. Lima merek obat sirup yang dimaksud di antaranya termorex sirup, flurin DMP sirop, unibebi cough sirop, unibebi demam sirop, dan unibebi demam drop.

“Tidak semua Paracetamol mengandung zat pembawa EG atau DEG, tergantung pabrik yang memproduksi,” terangnya saat ditemui di kantornya, Jumat (21/10).

Disinggung soal kasus gagal ginjal akut akibat obat sirop yang terjadi di Kabupaten Kudus, Syaifuddin mengkliaim bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus. 

“Di Kudus belum ada kasus gagal ginjal akut pada anak, kalau gagal ginjal kronis pada dewasa sudah banyak,” jelasnya.

Meskipun begitu, ia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk sementara waktu jangan membeli obat dalam bentuk sirop. Selain itu, pihaknya juga meyakini bahwa seluruh apoteker di Kudus sudah mengkarantina 5 merek obat-obat sirup yang dilarang BPOM usai surat edaran resmi dikeluarkan.

Selain itu, dalam mengantisipasi timbulnya kasus baru, ia menyarankan agar BPOM dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Kudus untuk mengambil langkah awal. Baik pencegahan, pengamanan obat sirop hingga penanganan jika ditemukan gagal ginjal akut pada anak di wilayah Kudus.

Sementara untuk obat sirup yang tidak disebutkan larangan peredarannya, masih diperbolehkan jika ingin dijual kembali. Karena BPOM sudah memberikan keterangan yang jelas bahwa hanya ada 5 jenis merek obat sirup yang ditarik peredarannya.

Sedangkan gejala gagal ginjal akut pada anak dapat diidentifikasi dengan ciri-ciri produksi urine. Yakni kurang dari 0,5-1 mm kilogram per jam dengan jumlah asupan yang cukup dan warnanya cenderung lebih pekat.

“Intinya gagal ginjal itu kan terjadi kerusakan pada alat filtrasi sehingga terjadi ginjal gagal dalam filtrasi dan menyaring hasil sisa metabolisme yang harus dikeluarkan. Jika zat racun yang masih ada dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan, sehingga meracuni bagian tubuh yang lain,” jelasnya.

Untuk itu, langkah awal yang harus dilakukan ketika menjumpai kasus gagal ginjal akut pada anak atau pun orang dewasa, sebaiknya langsung memeriksanakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan.

“Kita sudah ada prosedur dan tata laksana penanganan gagal ginjal, mulai dari screening, penanganan dan sebagainya,” ungkapnya.

Dengan demikian, pada dasarnya rata-rata kasus gagal ginjal akut anak disebabkan oleh zat nefrotoksik yang merusak ginjal. 

“Seperti keracunan, mengkonsumsi minuman aneh-aneh, atau junk food, dan lainnya,” pungkasnya. (Lingkar Network | Hasyim Asnawi – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: gagal ginjal akut anakIDI KudusInfo KudusInfo Muriakudus
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Paguyuban PKL Alun-Alun Kembang Joyo Bakal Adakan Festival Wayang

Next Post

Ribuan Santri di Kecamatan Tlogowungu Ikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2022

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
530

KUDUS, Harianmuria.com – Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027 telah disepakati dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus...

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

by ulfa puspa
13 Agustus 2026
529

KUDUS, Harianmuria.com – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proses pembangunan Puskesmas Jekulo pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sidak dilakukan...

Warga Keluhkan Asap dan Debu Aktivitas Industri PG Rendeng Kudus

Warga Keluhkan Asap dan Debu Aktivitas Industri PG Rendeng Kudus

by ulfa puspa
11 Agustus 2026
529

KUDUS, Harianmuria.com – Masyarakat Kabupaten Kudus mengeluhkan asap dan debu aktivitas industri Pabrik Gula (PG) Rendang karena mengganggu kenyamanan. Keluhan tersebut mendapat respons Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Pihaknya kemudian...

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

by Sekar Sari
31 Juli 2026
1.6k

KUDUS, Harianmuria.com - Sosok ulama sekaligus penulis produktif asal Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, belakangan menjadi perhatian publik setelah memilih tidak hadir untuk menerima MUI Award 2026...

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
515
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dibuka Bupati Kendal, Juwero Food Festival Jadi Ajang Promosi Wisata dan Kuliner Triharjo

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Museum Kretek, salah satu wisata sejarah yang ada di Kudus. (Google Map/Harianmuria.com)

5 Museum di Kudus Ini Layak Dijadikan Wisata Sejarah Kala Habiskan Waktu Berlibur

7 Oktober 2022
1.1k
Sering Terganggu dengan Nyeri Gigi? Cobalah Perawatan Akar Gigi

Sering Terganggu dengan Nyeri Gigi? Cobalah Perawatan Akar Gigi

25 Oktober 2024
566

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya