SALATIGA, Harianmuria.com – Menjelang musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kota Salatiga menghadapi potensi krisis pasokan cabai.
Dalam satu pekan terakhir, harga berbagai jenis cabai di Pasar Blauran melonjak tajam akibat cuaca buruk yang memicu gagal panen di tingkat petani.
Pasokan Menurun Akibat Cuaca Ekstrem
Salah satu pedagang cabai, Karti, mengungkapkan bahwa pasokan dari petani menurun drastis. Banyak tanaman cabai membusuk akibat curah hujan tinggi sehingga stok di pasar menjadi tidak stabil.
“Karena hujan terus, cabainya jadi busuk, gagal panen. Stok di sini juga berkurang, kadang malah kosong,” ujar Karti, Kamis 4 Desember 2025.
Kenaikan Harga Capai Rp15.000 per Kg
Kondisi pasokan yang seret memicu kenaikan harga cukup signifikan. Di Pasar Blauran, kenaikan harga mencapai Rp15.000 per kilogram (kg).
Cabai rawit merah yang sebelumnya Rp25.000 kini melesat menjadi Rp40.000 per kg. Cabai rawit hijau dan cabai keriting merah ikut merangkak naik ke angka yang sama.
Penjualan Turun, Pedagang Mengeluh
Kenaikan harga ini berimbas pada penurunan omzet pedagang. Pembeli mulai mengurangi jumlah belanja demi menekan pengeluaran.
“Biasanya pembeli beli 2 kg, sekarang cuma 1 kg, kadang malah kurang,” keluh Karti.
Kekhawatiran Krisis Jelang Nataru
Sejumlah pedagang khawatir kondisi ini bakal berlangsung lebih lama. Menjelang Nataru, kebutuhan cabai biasanya meningkat sehingga potensi krisis pasokan makin besar.
“Semoga saja, ada pasokan cabai bisa segera kembali normal agar jualan bisa nyaman,” harap Karti.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











