GROBOGAN, Harianmuria.com – Upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan terus digalakkan oleh Perum Perhutani KPH Purwodadi. Kali ini, sebanyak 11 anggota Pramuka Saka Wanabakti Grobogan mendapat pelatihan langsung agroforestry buah di kawasan hutan RPH Sendang Pakelan, Kecamatan Sambirejo, Grobogan.
Pelatihan yang berlangsung di lahan seluas 2,4 hektare itu menyajikan materi tentang teknik budi daya jambu kristal dan alpukat. Selain belajar bercocok tanam, para peserta juga diajak memahami bagaimana mengelola hutan secara produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin mereka belajar bahwa hutan tak hanya untuk konservasi, tapi juga bisa dikelola secara produktif tanpa merusak alam,” ujar Susilo, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Sambirejo, mewakili Administratur KPH Purwodadi, Senin, 23 Juni 2025.
Konsep agroforestry yang diajarkan dalam pelatihan ini menggabungkan keseimbangan ekonomi, sosial, dan ekologi. Kegiatan menjadi sarana pembinaan karakter dan keterampilan kehutanan berbasis praktik langsung.
Instruktur pelatihan, Hero Prasetyo selaku Kepala RPH Sendang Pakelan dan pembina Saka Wanabakti, mengajak peserta praktik langsung mulai dari pemangkasan, pemupukan, hingga pengendalian hama.
“Kami ingin peserta memahami bahwa menjadi bagian dari pengelola hutan bukan sekadar teori, tapi soal keterampilan dan tanggung jawab,” jelas Hero.
Ketua Dewan Saka Wanabakti, Leo Sadani, mengaku senang bisa terlibat dalam pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan agroforestry adalah pengalaman yang langka dan membuka wawasan baru.
“Kami jadi tahu bahwa hutan bisa jadi ladang usaha yang menjanjikan jika dikelola dengan benar,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Perhutani dalam menyinergikan edukasi lingkungan hidup dan pemberdayaan generasi muda. Ke depan, program serupa akan menjadi agenda rutin sebagai investasi membentuk pengelola hutan yang tangguh, profesional, dan visioner.
(AHMAD ABROR – Harianmuria.com)











