SALATIGA, Harianmuria.com – Menghadapi musim kemarau 2025 yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga mulai mengintensifkan upaya mitigasi terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Salatiga, Roy Anjar, mengatakan bahwa wilayah Salatiga telah memasuki musim kemarau sejak Juli 2025 berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi ini meningkatkan risiko kekurangan air bersih serta potensi karhutla di sejumlah titik rawan.
“Salah satu wilayah yang sudah terdampak kekurangan air bersih adalah Kelurahan Kumpulrejo. Kami telah mengirimkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan,” jelas Roy, Rabu, 23 Juli 2025.
BPBD Siapkan Anggaran dan Gandeng Pelaku Usaha
BPBD Salatiga telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Selain itu, program ini juga melibatkan dukungan dari sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami tidak hanya mengandalkan APBD, tapi juga menggandeng pelaku usaha untuk membantu distribusi air melalui CSR,” imbuh Roy.
Waspadai Karhutla
Meski belum ada laporan karhutla hingga saat ini, BPBD menyebut bahwa seluruh wilayah Salatiga termasuk dalam kategori rawan kebakaran lahan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah di lahan terbuka.
“Aktivitas pembakaran sampah yang ditinggal tanpa pengawasan bisa memicu kebakaran besar. Kami minta masyarakat lebih waspada,” tegasnya.
BPBD juga telah mengaktifkan patroli rutin dan memantau titik-titik rawan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau.
BPBD mengajak masyarakat untuk segera melapor jika menemukan titik api atau mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki











