JEPARA, Harianmuria.com – Bupati Witiarso Utomo meresmikan pemanfaatan bantuan sumur bor untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih di tiga desa. Ketiga desa itu yakni Desa Cepogo Kecamatan Kembang, Desa Kepuk dan Banjaran di Kecamatan Bangsri.
Ia menuturkan pembangunan sumur bor ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Bank Jateng. Program yang didanai melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Jateng tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp240 juta.
Dalam kesempatan itu, Bupati menuturkan ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup warga. Karena itu, penyediaan akses air bersih menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
“Air bersih bukan hanya kebutuhan sehari-hari, tetapi juga penunjang kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran sumur bor ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen Bank Jateng yang turut mengambil peran dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan dasar.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi langkah penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng, Erik Abibon, mengatakan bahwa bantuan sumur bor merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat di daerah yang rentan mengalami kekeringan.
Ia menilai akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, sehingga diperlukan langkah konkret agar masyarakat memiliki sumber air yang lebih stabil dan berkelanjutan.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang,” kata Erik.
Dengan beroperasinya sumur bor tersebut, warga di tiga desa penerima bantuan diharapkan tidak lagi bergantung pada pasokan air bantuan ketika musim kemarau tiba. Kehadiran sumber air baru ini sekaligus menjadi langkah preventif untuk mengurangi dampak krisis air bersih yang selama ini kerap terjadi di kawasan Jepara Utara.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Tia











