• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Sabtu, Oktober 17, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Lahan Petani Gunungkidul, Tanaman Pangan hingga Gubuk Rusak

Basuki by Basuki
12 Agustus 2026
in DIY
69 3
Kawanan monyet ekor panjang kembali menyerbu lahan pertanian warga Gunungkidul saat kemarau, merusak tanaman pangan dan gubuk petani.

Ilustrasi: Kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Taman Nasional Baluran, Situbondo. (Antara)

555
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

GUNUNGKIDUL, Harianmuria.com – Kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) kembali menyerbu lahan pertanian warga di Padukuhan Kelor, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ratusan monyet ekor panjang membuat petani resah karena tidak hanya memakan tanaman pertanian, tetapi juga merusak gubuk yang digunakan warga untuk beraktivitas di lahan.

Salah satu warga, Tukadi, mengatakan serangan monyet ekor panjang sudah kerap terjadi, terutama saat musim kemarau. Pada periode tersebut, kawanan satwa liar turun ke area pertanian untuk mencari sumber makanan.

“Monyet yang datang bisa ratusan ekor, biasanya saat pagi atau sore. Mereka tidak hanya menjarah ketela, kacang, dan tanaman pangan lainnya di lahan pertanian, tapi juga merusak gubuk petani,” tuturnya belum lama ini.

Berbagai upaya telah dilakukan petani untuk mengurangi kerusakan, termasuk memasang jaring pelindung tanaman. Namun, cara tersebut belum mampu menghentikan serangan kawanan monyet.

Kondisi itu membuat petani berharap pemerintah daerah segera menemukan solusi untuk mengurangi konflik antara masyarakat dan satwa liar tanpa melanggar aturan perlindungan satwa.

“Mudah-mudahan ada solusi untuk penanggulangan dari pemerintah. Kami tidak berani menembak (monyet) atau memburunya, takut melanggar aturan pemerintah,” kata Tukadi.

Dukuh Kelor, Budi Sukarno, mengatakan konflik antara warga dengan monyet ekor panjang telah berlangsung cukup lama. Namun, intensitas serangan meningkat ketika musim kemarau tiba.

“Puncak serangan terjadi saat kemarau, mulai sekitar Juni. Tanaman pangan, bahkan rumput untuk pakan ternak habis dimakan monyet,” ujarnya.

Serangan tersebut membuat warga harus menghadapi kerugian tidak hanya dari tanaman pangan yang rusak, tetapi juga fasilitas sederhana yang digunakan untuk mendukung aktivitas bertani.

Pemerintah Kalurahan Kemadang telah melaporkan persoalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Warga berharap penanganan dapat dilakukan untuk mengurangi konflik manusia dengan satwa liar tanpa menimbulkan persoalan baru.

Persoalan monyet ekor panjang di Gunungkidul sebelumnya juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan konflik antara monyet ekor panjang dan masyarakat.

Salah satu langkah jangka pendek yang dilakukan adalah program pemberian pakan kepada kawanan monyet. Program tersebut dibiayai melalui Dana Keistimewaan dengan anggaran Rp160 juta pada 2026.

Pemberian pakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kemungkinan kawanan monyet keluar dari habitatnya dan memasuki lahan pertanian warga untuk mencari makanan.

Selain langkah jangka pendek, DLH Gunungkidul bekerja sama dengan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyusun strategi penanganan populasi monyet ekor panjang.

Salah satu rekomendasi yang muncul adalah pengendalian populasi melalui vasektomi, terutama terhadap monyet yang menjadi pemimpin koloni.

“Vasektomi pada monyet hanya salah satu opsi karena masih ada beberapa alternatif lain. Untuk menekan potensi konflik, maka populasi monyet harus ditekan,” tutur Edy.

Menurut Edy, populasi monyet ekor panjang di Gunungkidul diperkirakan telah mencapai lebih dari 1.000 ekor yang tersebar di 80 kalurahan.

Jurnalis: Lingkarnews Network

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: berita barantin hari iniberita jogjaberita jogja hari iniberita makaka monyet ekor panjangekspor makaka monyet ekor panjang ke AS dan Chinakontroversi ekspor makaka monyet ekor panjangmonyet ekor panjang
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

Next Post

Ketua DPRD Pati Dukung Kebijakan Sektor Peternakan yang Memihak Rakyat

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

by Basuki
12 Agustus 2026
577

Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Bhabinkamtibmas bersama warga memasang kandang jebakan untuk mengamankan monyet ekor panjang yang meresahkan warga Desa Jrebengkembang Pekalongan.

Teror Monyet Ekor Panjang Resahkan Warga Jrebengkembang Pekalongan

by Basuki
23 Desember 2025
569

Teror monyet ekor panjang liar meresahkan warga Desa Jrebengkembang, Pekalongan. Polisi bersama warga pasang kandang jebakan demi keamanan.

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
549
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
632
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    176 shares
    Share 70 Tweet 44
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Korupsi Dana Bencana Rp148 Miliar: KPK Ungkap Perusahaan Terafiliasi Adik Eks Kepala BNPB Ditunjuk Langsung

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Mendikdasmen

Mendikdasmen Siap Terjun Pantau Pelaksanaan MBG di Semarang

5 Januari 2025
589
Temuan 2.658 Kasus TBC di Pati, Dewan Dukung Pemkab Galakkan Skrining Kesehatan

Temuan 2.658 Kasus TBC di Pati, Dewan Dukung Pemkab Galakkan Skrining Kesehatan

22 April 2026
593

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya