SEMARANG, Harianmuria.com – Lima korban selamat dalam kecelakaan maut bus pariwisata di Exit Tol Gandulan, Pemalang, akhirnya tiba di Kantor Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang, pada Sabtu sore, 25 Oktober 2025.
Para korban selamat yang mengalami luka ringan itu langsung dikumpulkan di aula kelurahan untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan kondisi kesehatan.
Suasana Haru di Kantor Kelurahan
Raut wajah penuh cemas dan harapan tampak dari keluarga korban yang sejak siang menunggu di posko pengaduan di kantor kelurahan. Ketika para korban tiba, suasana haru pun pecah – pelukan, tangis, dan doa mengiringi pertemuan mereka.
Beberapa korban selamat masih tampak syok dan menangis saat bertemu keluarga. Petugas kelurahan bersama relawan dan tenaga medis turut memberikan pendampingan kepada mereka.
Baca juga: Bus Rombongan FKK Semarang Terguling di Tol Pemalang, 4 Orang Tewas
Kronologi Singkat Kecelakaan
Seperti diberitakan sebelumnya, bus pariwisata berpenumpang rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor, Kota Semarang, mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di Tol Pemalang–Batang KM 312B, tepat sebelum Exit Tol Gandulan, pada Sabtu pagi, 25 Oktober 2025.
Dalam insiden tragis itu, empat orang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka. Bus diketahui membawa 34 orang, terdiri dari 31 penumpang dan 3 kru. Kecelakaan diduga akibat rem blong.
Kesaksian Korban Selamat
Salah satu korban selamat, Siti Maemunah, menceritakan detik-detik sebelum bus terguling. Ia mengaku sempat merasa kendaraan yang ditumpanginya melaju terlalu cepat saat melintasi tikungan keluar tol.
“Bus itu melaju kencang, terus di tikungan miring-miring. Lalu ‘bruk!’ Saya nggak tahu apa-apa lagi,” tuturnya.
Maemunah, yang duduk di bangku belakang, mendengar teriakan minta tolong dari penumpang lain. “Saya lihat teman-teman nangis, kejepit, minta tolong. Saya sendiri juga bingung, posisi jatuh,” ujarnya.
Meski mengalami trauma, Maemunah mengaku bersyukur masih bisa kembali ke Semarang dalam keadaan selamat.
“Saya tidak luka, cuma sakit di bagian punggung, tapi saya masih trauma,” ucapnya
Menjelang malam, suasana di Kantor Kelurahan Bendan Ngisor masih ramai. Warga dan keluarga korban terus berdatangan, menunggu kabar tentang anggota keluarga lain – baik yang selamat maupun yang telah meninggal dunia.
Pihak kelurahan membuka posko informasi dan bantuan. Petugas dari BPBD, Dinas Sosial, dan kepolisian turut berjaga di lokasi untuk memastikan seluruh korban mendapat penanganan sesuai prosedur.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki











