• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Perkuat Ekonomi PMI, KP2MI dan BI Latih Pengelolaan Remitansi Produktif Lewat SIAPIK

Rosyid by Rosyid
24 Juni 2026
in Nasional, News
82 4
Kegiatan ToT aplikasi SIAPIK bagi instruktur OPP yang digelar KP2MI bersama Bank Indonesia di Hotel Millennium, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juni 2026. (Harianmuria.com)

Kegiatan ToT aplikasi SIAPIK bagi instruktur OPP yang digelar KP2MI bersama Bank Indonesia di Hotel Millennium, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juni 2026. (Harianmuria.com)

665
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) menggelar Training of Trainers (ToT) Aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) bagi para Instruktur Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP).

Pelatihan yang berlangsung pada 24-25 Juni 2026 di di Hotel Millennium, Jakarta Pusat, ini ditujukan untuk memperkuat literasi keuangan pekerja migran Indonesia (PMI) dan mendorong pemanfaatan remitansi secara produktif.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pelindungan PMI melalui peningkatan kapasitas ekonomi. Pemerintah menilai hasil kerja PMI di luar negeri perlu dikelola secara lebih terencana agar dapat menjadi modal usaha dan sumber kesejahteraan jangka panjang bagi keluarga.

Kegiatan dibuka oleh Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif dan Hijau (DEIH) Bank Indonesia, Kartina Eka Darmawanti, bersama Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi Kementerian P2MI, Ramadhan.

Sebanyak 50 instruktur OPP mengikuti pelatihan tersebut. Peserta berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian P2MI, meliputi Direktorat Jenderal Pemberdayaan, Direktorat Jenderal Pelindungan, Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN), serta BP3MI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Kementerian P2MI dengan Bank Indonesia dalam memperkenalkan penggunaan SIAPIK sebagai alat pencatatan keuangan usaha bagi PMI, keluarga PMI, maupun purna PMI yang menjalankan usaha produktif.

SIAPIK merupakan aplikasi yang dikembangkan Bank Indonesia bersama Ikatan Akuntan Indonesia untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melakukan pencatatan keuangan secara sederhana dan sistematis. Aplikasi tersebut tersedia dalam versi berbasis web maupun perangkat bergerak sehingga dapat diakses dengan mudah oleh pengguna.

Melalui aplikasi itu, pengguna dapat mencatat arus kas, memantau keuntungan usaha, hingga mengetahui kondisi keuangan secara menyeluruh. Kemudahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sekaligus memperluas akses terhadap pembiayaan formal.

Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi Kementerian P2MI, Ramadhan, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pekerja migran tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri.

“Keberhasilan pekerja migran Indonesia harus diukur dari sejauh mana hasil kerja keras tersebut mampu menciptakan perubahan kualitas hidup yang berkelanjutan bagi dirinya dan keluarganya. Kita ingin para PMI kembali ke tanah air dengan membawa modal sosial, modal finansial, dan modal usaha yang mampu menjadi fondasi kesejahteraan jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, remitansi yang selama ini identik dengan kiriman uang dari luar negeri perlu dipandang sebagai instrumen pembangunan ekonomi keluarga yang mampu menciptakan dampak jangka panjang.

“Remitansi harus kita tempatkan sebagai instrumen pembangunan. Remitansi harus menjadi modal untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, memperluas akses pendidikan anak, memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga, serta mendorong tumbuhnya usaha-usaha produktif di daerah asal pekerja migran Indonesia,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari pengenalan aplikasi, pemanfaatan fitur-fitur SIAPIK, hingga praktik penggunaan pada berbagai sektor usaha seperti manufaktur, perdagangan, pertanian, jasa, serta perikanan budidaya dan tangkap.

Melalui skema Training of Trainers, para peserta diharapkan mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada calon PMI saat mengikuti Orientasi Pra Pemberangkatan. Selain itu, edukasi juga ditargetkan menjangkau keluarga PMI dan purna PMI yang menjalankan usaha di daerah masing-masing.

Ramadhan menilai instruktur OPP memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran dan perilaku keuangan yang sehat bagi calon pekerja migran sebelum berangkat ke negara tujuan.

“Instruktur OPP bukan sekadar fasilitator pembelajaran. Mereka adalah agen transformasi ekonomi PMI yang berada di garis terdepan untuk membangun kesadaran, membentuk pola pikir, dan menanamkan perilaku keuangan yang sehat kepada calon pekerja migran Indonesia sebelum mereka berangkat ke negara tujuan,” tegasnya.

Kementerian P2MI menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan kini menjadi bagian penting dari paradigma baru pelindungan pekerja migran Indonesia. Selain perlindungan hukum dan ketenagakerjaan, pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas ekonomi agar PMI dan keluarganya memiliki kemandirian yang lebih kuat.

Sinergi antara Kementerian P2MI dan Bank Indonesia tersebut diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program literasi keuangan, pengembangan kewirausahaan, dan optimalisasi pemanfaatan remitansi guna mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja migran Indonesia beserta keluarganya.

Jurnalis: Amelia Erisanna
Editor: Rosyid

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Bank IndonesiaKP2MIPekerja Migran IndonesiaPMI
SummarizeShare48SendShare
Previous Post

Lama Kosong, Jabatan 4 Kepala Dinas dan Sekwan di Blora Resmi Diisi Pejabat Definitif

Next Post

Pemerintah Buka Polling Pemilihan Logo HUT ke-81 RI, Ini Linknya

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) menandatangani Nota Kesepahaman di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Perkuat Kemandirian Ekonomi, KP2MI Gandeng FPPI Berdayakan Perempuan Pekerja Migran Indonesia

by Redaksi
16 Oktober 2026
513

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya. Kolaborasi tersebut...

Menteri P2MI Mukhtarudin (kanan) dan Menteri Perindustrian Sarmuji usai penandatanganan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
15 Oktober 2026
524

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. KP2MI)

Resmikan Migrant Center Unpad, Menteri P2MI Targetkan 500.000 Pekerja Migran Terampil hingga 2029

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Harianmuria – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Serap 212 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri, Menteri P2MI Genjot Program SMK Go Global

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Lingkar.news – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil dan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dinkes Kota Pekalongan Optimalkan Pencegahan DBD Melalui PSN dan Fogging Fokus

Dinkes Kota Pekalongan Optimalkan Pencegahan DBD Melalui PSN dan Fogging Fokus

8 Oktober 2026
524
Tingkatkan Prestasi Akademik Anak dengan Olahraga yang Tepat

Tingkatkan Prestasi Akademik Anak dengan Olahraga yang Tepat

1 Maret 2026
581

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya