KUDUS, Harianmuria.com – Siswa-siswi SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus membuat inovasi baru dengan menciptakan robot dari limbah bekas, Senin (26/9).
Kreasi tersebut merupakan hasil karya dari kegiatan ekstrakurikuler robotik yang ada di SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus. Dengan memanfaatkan limbah bekas seperti stik es krim, sedotan, tusuk sate hingga alat elektronik, benda-benda tak terpakai itu diubah menjadi robot sederhana yang menarik.
Anak-anak di sekolah tersebut memang dilatih untuk kreatif dalam menciptakan karya baru. Sudah banyak medali yang didapatkan SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus di ajang Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah (OSMJT) Kabupaten Kudus 2022.
Pendamping ekstrakurikuler robotik, Ridwan mengaku ingin menghidupkan kembali kegiatan ekstrakurikuler tersebut setelah 2 tahun vakum karena pandemi Covid-19. Kegiatan yang berlangsung setiap Sabtu itu pun berhasil menarik minat para siswa untuk berlatih membuat robot.
Robot yang diciptakan oleh siswa-siswi tersebut ialah robot berbentuk hewan siput berkaki dua. Ridwan mengungkapkan, ide kreatif itu muncul dari keinginan untuk memanfaatkan barang-barang sederhana yang tak terpakai.
“Mereka belajar menyusun robot sendiri, dengan menggabungkan barang bekas dan alat elektronik lain,” kata Ridwan, Senin (26/9).
Ridwan menjelaskan, potensi yang dimiliki muridnya perlu dikembangkan lagi. Menurutnya, siswa siswi tersebut kelak bisa menjadi ahli robotik di Indonesia.
“Robot siput ini bisa bergerak maju, meskipun belum bisa dikontrol karena masih dalam tahap awal,” jelasnya.
Sementara itu, Fatchun Naim selaku koordinator ekstrakurikuler robotik mengungkapkan tujuan menghidupkan kembali ekstrakurikuler robotik tersebut adalah untuk mengasah daya kreativitas siswa.
Ekstrakurikuler tersebut menurutnya cukup menarik minat siswa karena seru dan tidak terlalu rumit dalam proses pembuatannya. Kegiatan yang sudah ada sejak 3 tahun lalu itu, saat ini diikuti sebanyak 30 siswa dari kelas kelas 4-6.
Dari hasil karya robotik siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus itu, pernah meraih juara 3 dalam kontes robotik siwa di Bandung.
Ke depan, pihaknya berharap ektra kurikuler robotik ini dapat terus berjalan dan mencetak siswa-siswi yang kreatif serta inovatif dalam menciptakan robot-robot yang unik.
“Semoga bisa berkelanjutan dan anak-anak bisa lebih kreatif sehingga kedepannya bisa bermanfaat untuk masyarakat luas,” harapnya. (Lingkar Network | Hasyim Asnawi – Harianmuria.com)











