KUDUS, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Kudus (Pemkab) menggulirkan program pertukaran guru antarsekolah setelah sukses memulai pertukaran pelajar lokal.
Program pertukaran guru ini merupakan inisiasi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Saat ini program tersebut dalam tahap pematangan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora).
Disdikpora Kudus memastikan program pertukaran guru antarsekolah bisa segera direalisasikan pada awal tahun ajaran 2026/2027 mendatang.
Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Anggun Nugroho, menyampaikan bahwa pelaksanaan program pertukaran guru akan dibarengkan dengan program pertukaran pelajar lokal.
“Progres program pertukaran guru saat ini masih dalam pembahasan. Sebelumnya kami juga sudah diskusi dengan PGRI dan pengawas sekolah bahwa kemungkinan program pertukaran guru akan kami barengkan dengan program pertukaran pelajar lokal pada tahun ajaran baru nanti,” terangnya, Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan, kedua program tersebut rencananya diadakan dua kali dalam setahun, yakni pada awal semester ganjil dan awal semester genap.
“Perkiraan pelaksanananya berarti sekitar di bulan Januari dan Agustus. Pertukaran guru dan siswa akan kita barengkan jadi satu momen,” ungkapnya.
Alasannya kedua program ini diadakan di awal semester supaya tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar. Mengingat, jika diadakan di pertengahan atau akhir semester, dikhawatirkan bisa mengganggu kegiatan sekolah seperti Sumatif Tengah Semester dan Sumatif Akhir Smester.
“Kalau di awal semester kan belum banyak kegiatan sekolah. Jadi pelaksanaan program pertukaran ini bisa lebih optimal,” ujarnya.
Menurutnya, sejauh ini pihak PGRI dan guru-guru menyambut baik inovasi Bupati Kudus tersebut. Apalagi, kata dia, program ini bisa membantu guru untuk mendapat pengalaman lingkungan belajar di sekolah lain.
“Jadi program ini bisa memberikan dampk positif terkait perkembangan wawasan pendidikan bagi guru dan siswa,” tuturnya.
Saat ini pihaknya masih dalam pengkajian terkait guru mata pelajaran yang akan diikutsertakan dalam program pertukaran guru. Akan tetapi, ia memastikan bahwa nantinya program pertukaran guru akan dilakukan secara seimbang tanpa ada ketimpangan.
“Untuk pertukaran guru jenjang SD tentunya dari guru kelas, karena semua sekolah punya. Tapi untuk pertukaran guru SMP ini masih kami pertimbangkan karena harus memastikan jumlah guru mata pelajaran yang akan diikutsertakan itu merata ada di setiap sekolah,” jelasnya.
Saat ini pun, kata dia, masih ada usulan dari pengawas sekolah agar pertukaran guru SMP diharapkan merupakan guru mata pelajaran yang mendukung peningkaran mutu Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun depan. Sehingga, diharapkan guru SMP yang mengikuti program pertukaran yakni merupakan pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.
Selain itu, ada juga usulan agar guru SMP yang mengikuti program pertukaran merupakan pengampu mata pelajaran PPKN atau BK. Tujuannya yakni agar bisa membantu memdukung penguatan karakter siswa di sekolah. Mengingat, program pertukaran guru dan pertukaran siswa juga berfungsi untuk menguatkan karakter anak.
“Jadi saat ini memang masih belum final terkait guru yang akan diikutsertakan dalam program pertukaran, khususnya di jenjang SMP, masih kami pertimbangkan,” tukasnya.
Sebagai informasi, Pemkab Kudus telah sukses menggelar program pertukaran pelajar lokal pada Januari 2026. Program ini mendapat respons positif mulai dari guru, siswa hingga wali murid.
Program pertukaran pelajar lokal ini sendiri dirancang untuk memperluas wawasan peserta didik melalui pengalaman belajar di lingkungan sekolah yang berbeda. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, program ini juga menjadi sarana pembentukan karakter dan penguatan keterampilan sosial.
Sedikitnya 272 peserta didik yang terdiri dari 80 siswa SD dan 192 siswa SMP dari sekolah negeri maupun swasta telah mengikuti program tersebut yang berlangsung selama tujuh hari.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa










