KUDUS, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus masih membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bagi sekolah dasar (SD) yang belum memenuhi kuota jumlah siswa baru.
Diketahui, per 8 Juli 2026 terdapat lima Sekolah Dasar (SD) negeri di Kabupaten Kudus yang jumlah siswa barunya masih sangat minim. Diantaranya SD 2 Prambatan Lor (Kecamatan Kaliwungu) yang hanya mendapat tiga murid.
Kemudian SD 5 Hadipolo (Kecamatan Jekulo) mendapat tiga murid, SD 1 Karangrowo (Kecamatan Undaan) juga mendapat tiga murid, SD 2 Gulang (Kecamatan Mejobo) hanya mendapat empat murid dan SD 1 Jati Wetan (Kecamatan jati) hanya mendapatkan empat murid.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menyebut bahwa rekapitulasi pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 masih dalam proses pendataan.
Jumlah sekolah yang mendapatkan jumlah murid baru di bawah lima anak juga diprediksi dapat bertambah. Hal ini karena proses pendataan masih dilakukan oleh masing-masing sekolah.
“Ini belum semua laporan, tapi yang sudah laporan ada lima SD itu yang mendapatkan murid baru di bawah lima,” katanya.
Pihaknya menyampaikan daya tampung SD mayoritas sebanyak 28 murid dalam satu kelas. Namun, ada beberapa sekolah yang mendapatkan jatah daya tampung sebanyak 32 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Jadi untuk daya tampung ada yang beda itu karena sebelumnya sekolah mengusulkan kepada kami, kami peminat di SD itu banyak, seperti di SD 1 Barongan itu yang daftar sampai 200 orang, akhirnya dapat kuota daya tampung 32 untuk tiap kelas,” tuturnya.
Pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 jenjang SD di Kabupaten Kudus sebenarnya telah tuntas dilaksanakan pada 30 Juni 2026 lalu. Namun, Majid menuturkan sejumlah SD yang belum memenuhi kuota daya tampung diperbolehkan tetap membuka pendaftaran.
Pendaftaran untuk jenjang SD sendiri biasanya dibuka sampai mendekati hari pertama masuk sekolah yang dijadwalkan pada 13 Juni 2026.
“Memang untuk secara tertulis SPMB SD sudah ditutup, tapi pada realisasi biasanya kalau sekolah itu masih punya kuota maka masih menerima pendaftaran sampai hari pertama sekolah. Tapi kalau kuota sudah terpenuhi ya sudah ditutup,” terangnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S
Editor: Tia











