KUDUS, Harianmuria.com – Produsen mukena ecoprint di Kabupaten Kudus banjir pesanan pada Ramadhan 2026. Pasalnya, produk tersebut turut menjadi tren fashion muslim pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Ecoprint sendiri merupakan teknik pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga. Setiap kain menghasilkan motif yang berbeda, sehingga menciptakan tampilan eksklusif dan tidak pasaran. Keunikan inilah yang membuat mukena ecoprint terasa lebih personal sekaligus ramah lingkungan.
Produsen ecoprint asal Jatisemi, Kabupaten Kudus, Nunung Nur Hamimah, mengungkapkan permintaan mukena ecoprint pada Ramadhan tahun ini meningkat signifikan. Bahkan, pada pekan pertama Ramadhan, ia sudah menutup pemesanan.
“Karena peminatnya sudah sangat banyak. Jadi kami sudah close order untuk mukena ecoprint lebih awal. Takutnya kalau kami masih buka orderan, nanti malah kewalahan dan tidak bisa menyelesaikan pesanan sebelum lebaran,” katanya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Nunung menyebutkan, bahan yang digunakan untuk mukena produksinya adalah rayon twill premium dan sutra halal. Material tersebut dipilih untuk memastikan kenyamanan saat digunakan beribadah.
“Harganya berkisar antara Rp375 ribu hingga Rp1,5 juta, menyesuaikan bahan dan motif ecoprintnya,” ujarnya.
Selain mukena, pelaku usaha yang mengelola Jatisemi Ecoprint Kudus itu juga memproduksi berbagai perlengkapan ibadah dan fesyen lain, seperti sarung, peci, jilbab, hingga sajadah.
Harga jilbab dibanderol mulai Rp250 ribu hingga Rp1,2 juta. Sarung dijual dengan kisaran Rp350 ribu sampai Rp850 ribu, sedangkan sajadah travel ditawarkan antara Rp 85 ribu hingga Rp450 ribu.
“Yang menjadi produk ecoprint mahal itu karena kualitas bahan serta proses pembuatan yang detail membuat konsumen tetap tertarik. Terlebih, nuansa handmade pada ecoprint memberi kesan eksklusif yang sulit ditandingi produk pabrikan,” tambahnya.
Tak hanya diminati pasar lokal, produk ecoprint buatannya juga telah menjangkau luar negeri. Nunung menyebutkan, pemesan datang dari berbagai daerah seperti Semarang, Jepara, Jombang, Banjarnegara, hingga luar negeri seperti Malaysia dan Taiwan.
“Kalau untuk penjualan produk ecoprint Jati Semi, Alhamdulillah bisa sampai Malaysia bahkan Taiwan. Terus sampai ke Semarang, Jepara, Jombang, Banjarnegara dan lokal Kudus,” katanya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid











