KUDUS, Harianmuria.com – Edukasi bahaya dan pencegahan stunting masih terus digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui berbagai kegiatan. Salah satunya menggandeng Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) dengan menggelar pentas keliling bertajuk “Slamet Stunting”.
Jika sosialisasi stunting umumnya dilakukan dalam kegiatan seminar maupun lewan media sosial, kali ini edukasi kesehatan memanfaatkan media seni.
“Lewat FK Metra Kabupaten Kudus dan support dari Diskominfo Kudus, Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) melakukan tour kampung atau pentas keliling dalam rangka memberikan edukasi yang menghibur tentang pencegahan stunting alias tengkes,” ujar Ketua KBPW, Muchammad Zaini pada Rabu, 21 Juni 2023.
Dalam pentas keliling itu, para pegiat kesenian dan kebudayaan menunjukkan bahwa seni tidak hanya menjadi media hiburan tetapi juga bisa menjadi media edukasi. Hal ini dinilai menjadi kolaborasi yang mendidik sekaligus menghibur.
“Pentas keliling bertajuk “Slamet Stunting” ini dilakukan di tiga tempat. Pertama di Dukuh Pranak Desa Lau pada Minggu, 18 Juni 2023. Pentas kedua di Dukuh Madu, Cendono pada Rabu, 21 Juni 2023 malam dan pentas ketiga di Dukuh Piji Wetan, Lau, Dawe Selasa, 27 Juni 2023 nanti,” terangnya.
Zaini mengatakan pentas seni “Slamet Stunting” ini sengaja dibalut dalam seni pertunjukan rakyat dari berbagai multidisiplin seni agar lebih dekat dengan masyarakat di berbagai kalangan.
“Pertunjukan ini memang basisnya kesenian rakyat, mulai dari tari, ketoprak dan performance art, kita tampilkan ke warga sebagai hiburan yang mengedukasi,” tuturnya.
Pentas keliling ini juga mengangkat tema yang masih relevan dan dekat dengan kehidupan warga, mulai dari kegiatan keseharian hingga nilai- nilai kearifan lokal.
“Karena pentas keliling, jadi kami juga menyesuaikan set lokasi, penontonnya dan pentasnya, yang intinya tetap menyampaikan kepada masyarakat tentang edukasi stunting, seni, budaya, dan nilai-nilai lokal yang dekat dengan kita,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, pentas keliling masuk kampun ini mendapat respons positif dan disambut baik oleh masyarakat serta bisa menjadi cara baru untuk menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Kami harap masyarakat bisa terhibur dan menikmati pertunjukan multidisiplin ini, sekaligus terpantik untuk turut berperan dalam mencegah stunting di desanya,” tandasnya. (Lingkar Network | Ihza Fajar – Koran Lingkar)











