KUDUS, Harianmuria.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengusulkan bantuan perbaikan terhadap sekolah terdampak cuaca ekstrem pada awal Januari 2026.
Data Disdikpora Kudus mencatat ada 74 sekolah rusak akibat banjir, longsor, dan angin kencang. Sekolah tersebut terdiri 4 PAUD, 65 SD, dan 5 SMP.
Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan sedang dalam proses pengusulan bantuan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk perbaikan sekolah terdampak bencana.
“Saat Kepala BNPB datang ke Kudus saat itu kan diberikan peluang untuk mengajukan bantuan ke BNPB, tapi harus melengkapi DED (Detailed Engineering Design),” katanya, Jumat, 23 Januari 2026.
Puluhan Sekolah di Kudus Terendam Banjir, KBM Dialihkan Daring
Saat ini Disdikpora Kudus menyiapkan kelengkapan berkas serta koordinasi dengan konsultan untuk menyusun DED yang diperlukan dalam pengajuan anggaran ke BNPB.
“Dari 74 sekolah yang terdampak, nanti kita mintakan konsultan untuk menghitung kerusakan dan menghitung biaya yang dibutuhkan (untuk perbaikan),” sebutnya.
Anggun menegaskan bahwa proses penyiapan berkas untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat sedang dikebut.
“Kami upayakan bisa secepatnya selesai,” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk kerusakan fasilitas pendidikan yang mendesak akan dilakukan perbaikan melalui anggaran perawatan rutin pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Untuk saat ini hasil inventarisir Disdikpora Kudus belum menemukan sekolah rusak yang perlu penanganan segera. Seperti di SD 1 Pladen yang dilaporkan mengalami atap ambrol, kondisi tersebut dinilai masih belum urgen untuk penanganan segera.
Ia menyebut, saat ini baru dua sekolah yang masuk anggaran perawatan rutin Pemkab Kudus tahun ini. Diantaranya yakni SD 1 Sidomulyo dan SD 4 Bulungcangkring.
“Yang sudah masuk anggaran perawatan rutin itu SD 1 Sidomulyo dan SD 4 Bulungcangkring, tapi dua sekolah ini tidak masuk data laporan sekolah yang terdampak banjir. Hanya saja dua sekolah ini atapnya sudah lapuk dan butuh penanganan segera,” katanya.
Sembari menunggu proses pengajuan anggaran perbaikan, pihaknya meminta setiap sekolah tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berlangsung di Kabupaten Kudus.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











