KUDUS, Harianmuria.com – Sebanyak 22 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Kudus diusulkan menerima bantuan program budidaya ikan sistem bioflok tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2026. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan lokal sekaligus mendukung kebutuhan program makan bergizi di daerah.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Zainal Arifin, mengatakan secara nasional KKP menyiapkan bantuan untuk 4.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, Kudus mengusulkan 22 koperasi yang dinilai paling siap menerima program tersebut.
“Harapannya dari 22 koperasi yang kami usulkan bisa terealisasi semua,” ujarnya di Kudus, Jumat, 15 Mei 2026.
Menurut Zainal, di Kabupaten Kudus terdapat 132 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Namun, baru 22 koperasi yang memenuhi syarat kesiapan untuk mengikuti program bioflok tematik tersebut.
Adapun syarat utama penerima bantuan di antaranya memiliki lahan minimal 1.000 meter persegi, ketersediaan air yang mencukupi, daya listrik minimal 2.200 watt, serta memiliki izin usaha budidaya air tawar di kolam yang tercatat resmi.
Ia menjelaskan, sebanyak 22 koperasi yang diusulkan tersebar di delapan kecamatan dari total sembilan kecamatan di Kudus. Satu kecamatan yang belum masuk dalam usulan ialah Gebog karena belum memenuhi persyaratan kesiapan.
Jika terealisasi, setiap koperasi akan menerima bantuan berupa pembangunan instalasi bioflok lengkap dengan 24 kolam bundar terpal berdiameter empat meter, 50 ribu benih ikan, serta pakan ikan.
Jenis benih yang diberikan dapat berupa ikan nila maupun lele, menyesuaikan ketersediaan dari KKP.
Zainal berharap program tersebut mampu mendongkrak produksi perikanan lokal di Kudus.
Dengan meningkatnya hasil budidaya, pasokan ikan lokal diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur program makan bergizi yang secara rutin menyediakan menu berbasis ikan.
“Memang belum bisa mencakup seluruh kebutuhan dapur makan bergizi di Kudus, tetapi minimal ini menjadi langkah awal dan nantinya bisa berlanjut,” tandasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid











