JAKARTA, Harianmuria.com — Peluncuran program SMK Go Global mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Tingginya antusiasme pendaftar program SMK Go Global mencerminkan tingginya minat generasi muda Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan meraih peluang kerja resmi di pasar internasional.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan bahwa pada pendaftaran Batch 1 yang dibuka pada 12–22 Agustus 2026, tercatat sebanyak 14.523 orang mendaftar.
Setelah melalui tahapan verifikasi administrasi, tes tertulis, dan wawancara, sebanyak 3.340 peserta dinyatakan lolos dan mengikuti pelatihan dalam 167 kelas yang tersebar di 20 wilayah kerja BP3MI.
Hal itu disampaikan Mukhtarudin saat membuka Kick Off SMK Go Global bertema “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia” di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta Timur, Rabu (26/8/2026).
Menurut Mukhtarudin, tingginya antusiasme tersebut menunjukkan adanya minat besar generasi muda Indonesia untuk meningkatkan keterampilan dan mengakses peluang kerja di pasar internasional.
Melalui program ini, pemerintah berkomitmen menyiapkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terampil, kompeten, dan berdaya saing global.
“SMK Go Global merupakan bentuk pelindungan dari hulu. Peserta dibekali kompetensi, bahasa, serta sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Menteri P2MI menjelaskan, Indonesia saat ini berada dalam momentum penting dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar.
Di sisi lain, sejumlah negara di Eropa dan Asia justru menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat penuaan populasi (aging population).
Kondisi tersebut menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi dengan menempatkan tenaga kerja terampil melalui jalur resmi.
“Pemerintah tetap memprioritaskan penyediaan lapangan kerja di dalam negeri. Tetapi bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, kita siapkan fasilitas dan aturan agar mereka dapat bekerja secara resmi, aman, dan terlindungi,” beber Menteri P2MI.
Program SMK Go Global ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober 2025 mengenai penyiapan 500.000 tenaga kerja terampil.
Dari total target tersebut, sebanyak 300.000 peserta ditargetkan berasal dari lulusan SMK, sedangkan 200.000 lainnya berasal dari pendaftar umum, termasuk lulusan SMA, diploma, hingga sarjana.
Penyiapan 500.000 CPMI tersebut akan dilakukan secara bertahap, yakni sebanyak 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.
Editor: Asih











