KENDAL, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang diprogramkan pemerintah pusat sebagai upaya mengurangi dampak abrasi dan banjir rob di kawasan Pantai Utara (Pantura).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan wilayah pesisir Kendal menjadi salah satu daerah yang mengalami ancaman abrasi dan rob setiap tahun. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur pengendali banjir laut.
“Pemkab Kendal mendukung dan menyambut baik program Giant Sea Wall dari pemerintah pusat karena Kendal merupakan salah satu daerah yang terdampak abrasi dan rob yang terus meningkat,” ujar Hudi, Senin, 13 Juli 2026.
Menurut Hudi, proyek Giant Sea Wall telah ditetapkan sebagai bagian dari program strategis nasional. Kepastian itu diperoleh dalam rapat koordinasi di Jakarta yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur bersama sejumlah kementerian serta kepala daerah di kawasan Pantura.
“Pemerintah pusat menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut dilakukan pada awal tahun 2027 di wilayah Kendal, Semarang, dan Demak,” ungkapnya.
Meski mendukung penuh pelaksanaan proyek tersebut, Hudi mengingatkan agar desain pembangunan tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat pesisir, terutama nelayan. Ia menilai jalur keluar masuk perahu menuju area penangkapan ikan harus tetap tersedia agar aktivitas melaut tidak terhambat.
“Jangan sampai pembangunan Giant Sea Wall justru menutup atau mempersempit akses nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari menangkap ikan dan memanfaatkan ruang laut sebagai sumber penghidupan mereka,” harapnya.
Sebelumnya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan bahwa Kabupaten Kendal bersama Kabupaten Demak dan Kota Semarang menjadi wilayah prioritas pelaksanaan proyek Giant Sea Wall. Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga konstruksi, dapat berlangsung sesuai jadwal sehingga penanganan rob di kawasan pesisir segera terealisasi.
“Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar dan segera bisa terwujud sehingga dapat membantu penanganan serta memberikan solusi terhadap persoalan rob di wilayah pesisir yang selama ini dihadapi masyarakat,” harap Tika.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











