BLORA, Beritajateng.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Amerta Blora mengungkap puncak musim kemarau berpotensi menurunkan debit sejumlah sumber air baku hingga menurunnya muka air tanah. Hal ini disampaikan Direktur PDAM Blora, Yan Riyan, Senin, 13 Juli 2026.
“Menyusutnya debit Waduk Tempuran, hingga keringnya Sungai Engkolan di Ngampel menjadi tantangan yang harus diantisipasi,” kata dia.
Sementara itu, wilayah Blora bagian utara, seperti Desa Tempuran, Ngampel, Sitirejo, dan Tambaksari diperkirakan menjadi daerah paling rawan mengalami penurunan debit.
Meski begitu, Riyan menuturkan saat ini kondisi sumber air baku yang dimanfaatkan masih normal. Sehingga, pelayanan air bersih berjalan seperti biasa.
“Sepanjang ketersediaan air baku masih mencukupi, kami akan menambah jam produksi di instalasi pengolahan air (IPA) Bendo, IPA Balun, IPA Tambakromo, sumur-sumur produksi, serta IPA Tinapan agar pasokan air tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan kapasitas produksi PDAM mencapai 294 liter per detik (lps). Jumlah produksi itu masih mampu melayani 25.992 sambungan rumah (SR), yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Blora.
Ia menegaskan apabila kondisi memburuk, PDAM tidak menutup kemungkinan menerapkan penggiliran distribusi air.
“Kemungkinan kita juga akan dropping air bersih, kepada pelanggan terdampak,” tegasnya.
Saat ini sumber air baku PDAM, kata dia, berasal dari mata air Desa Kajengan dengan kapasitas sekitar 6 lps, sumur produksi 63 lps, serta air permukaan sebesar 225 lps. Namun pada puncak musim kemarau seluruh sumber air tersebut diperkirakan mengalami penurunan debit.
Di sisi lain, pihaknya memastikan tidak ada kenaikan tarif di sepanjang musim kemarau, bahkan hingga saat ini belum ada rencana penyesuaian tarif.
“Tarif air masih tetap sama, ” tegasnya.
Untuk memperkuat ketahanan air bersih dalam jangka panjang, PDAM telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan kapasitas.
Di antaranya optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 100 lps di Cepu yang ditargetkan dibangun pada 2028, pembangunan SPAM 100 lps dari Waduk Randugunting, SPAM 100 lps dari Waduk Karangnongko, serta SPAM 50 lps dari Waduk Cabean.
Ia juga mengimbau seluruh pelanggan agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau. Menurutnya, penghematan penggunaan air akan membantu menjaga ketersediaan pasokan hingga musim kemarau berakhir.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











