KENDAL, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal memberikan edukasi kepada warga Desa Kedungsari, Kecamatan Ringinarum, terkait penanganan kebakaran pasca bencana kebakaran pada Agustus 2026.
Kegiatan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana alam dan sosial tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Ringinarum, Senin, 28 September 2026. Program digelar melalui Dinas Sosial Kabupaten Kendal dengan melibatkan psikolog serta petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpolkar) Kendal.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan penguatan kapasitas masyarakat diperlukan agar warga memiliki bekal ketika menghadapi bencana sekaligus mampu mengurangi risiko yang ditimbulkan.
“Harapannya masyarakat memiliki kemampuan dan pengetahuan dasar dalam menghadapi situasi bencana sehingga mampu meminimalisir risiko serta mempercepat proses pemulihan. Ini juga untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Menurut Bupati Tika, kegiatan tersebut secara khusus menyasar masyarakat Kedungasri karena wilayah itu sebelumnya mengalami musibah kebakaran. Pendampingan psikologis diberikan untuk membantu warga menghadapi dampak trauma setelah peristiwa tersebut.
“Sekaligus ini ada simulasi terkait penanganan dan pencegahan kebakaran bersama petugas Satpolkar. Sehingga warga mendapatkan ilmu mitigasi bencana kebakaran sebagai bekal apabila menghadapi musibah kebakaran,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Kendal, Albertus Hendri Setyawan, menambahkan dukungan psikososial tidak hanya ditujukan bagi warga yang rumahnya terdampak langsung, tetapi juga masyarakat sekitar yang menyaksikan kejadian kebakaran.
“Hari ini kita khususkan kepada warga Kedungasri yang pada tahun ini ada enam rumah mengalami kebakaran. Meskipun hanya enam rumah, tetapi dampaknya cukup luas. Warga sekitar yang menyaksikan juga bisa mengalami traumatis,” katanya.
Selain pemulihan psikologis, warga diberikan pemahaman mengenai tindakan awal ketika menghadapi munculnya api. Edukasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih siap mengambil langkah sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
“Kita berikan penguatan agar tidak takut dulu melihat api, sehingga ketika ada percikan api bisa diatasi secara mandiri. Kita berikan upaya mitigasi sekaligus pemulihan trauma dengan mendatangkan psikolog,” jelasnya.
Dinas Sosial Kendal juga menyiapkan kegiatan serupa bagi daerah lain yang pernah mengalami kejadian kebakaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi mitigasi dan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Ke depan kita akan melakukan di daerah lain yang juga tertimpa bencana kebakaran. Apalagi ke depan kita masih menghadapi musim kemarau panjang,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Satpolkar Kendal, Bambang Djoko Pitono, mengatakan pihaknya memberikan materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik penanganan kebakaran pada tahap awal.
“Kita berikan praktik bagaimana penanggulangan manakala terjadi potensi kebakaran pada menit-menit awal. Karena ini adalah waktu yang sangat krusial yang bisa mempengaruhi perkembangan kebakaran sebelum terjadi dalam skala besar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kecepatan bertindak ketika api masih kecil menjadi faktor penting untuk mengendalikan kebakaran sebelum merembet ke area lain.
“Kalau kita bisa mencegah dan memadamkan saat awal, maka kita bisa mencegah kebakaran lebih besar dan meluas,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











