KENDAL, Harianmuria.com – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menggelar kegiatan Bersatu Siaga (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga) di Desa Banyuurip, Kecamatan Ngampel, Jumat, 18 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tika mendapat curhatan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, mulai dari normalisasi sungai hingga kebutuhan sarana pendidikan.
Sejumlah warga menyampaikan aspirasi terkait normalisasi Sungai Penut, serangan hama tikus yang mengancam pertanian, kondisi jalan, revitalisasi sekolah, serta pembangunan gedung taman kanak-kanak (TK) dan perpustakaan.
Aspirasi tersebut ditanggapi langsung Bupati Tika bersama organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Terkait normalisasi Sungai Penut, Bupati Tika menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran melalui APBD Kabupaten Kendal.
“Alhamdulillah untuk normalisasi Sungai Penut di Banyuurip ini kebetulan mendapatkan alokasi dari APBD Kabupaten Kendal. Insyaallah alat beratnya masih dipakai di Sungai Aji, kemudian Sungai Kendal, setelah itu nanti ke Kali Penut,” jelasnya.
Untuk persoalan jalan, Bupati Tika menjelaskan bahwa sebagian ruas yang menjadi keluhan warga merupakan kewenangan pemerintah desa. Pemkab Kendal masih menunggu penyusunan regulasi mengenai bantuan keuangan khusus untuk desa.
“Sebagian besar tadi yang disampaikan adalah jalan yang menjadi kewenangan desa. Sehingga kami masih menunggu rencana penyusunan regulasi terkait bantuan keuangan khusus kepada desa,” ujarnya.
Di sektor pertanian, Pemkab Kendal menyebut dukungan terhadap sistem pengairan lahan di Banyuurip telah berjalan. Dua kelompok tani di wilayah tersebut telah memperoleh bantuan untuk kebutuhan irigasi.
Sementara terkait serangan tikus, Dinas Pertanian dan Pangan Kendal akan melakukan gerakan pengendalian (gerdal) untuk menangani hama yang dikeluhkan petani.
“Untuk pertanian, terkait irigasi alhamdulillah di Banyuurip sudah ada dua kelompok yang mendapatkan bantuan. Untuk hama tikus nanti Dinas Pertanian akan melakukan gerakan pengendalian,” terangnya.
Aspirasi lain yang disampaikan warga berkaitan dengan sektor pendidikan. Bupati Tika akan melakukan pengecekan terhadap usulan revitalisasi sekolah, pembangunan gedung TK, dan perpustakaan, termasuk memastikan usulan tersebut telah masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Nanti kami akan usulkan segera. Termasuk untuk pembangunan TK, nanti kami cek apakah sudah masuk Musrenbang, apakah sudah terinput atau belum. Kalau sudah, nanti akan segera kami upayakan di 2027,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kendal, Alfebian Yulando atau Febi, mengatakan sebagian besar aspirasi masyarakat Banyuurip telah memperoleh respons dari pemerintah daerah.
“Alhamdulillah aspirasi yang disampaikan warga Banyuurip sekitar 80 persen bisa terjawab dan terealisasi, baik pada 2026 maupun 2027,” kata Febi.
Febi mengatakan persoalan yang muncul di Banyuurip memiliki kemiripan dengan sejumlah desa lain di Kendal. Beberapa di antaranya menyangkut banjir, lingkungan, infrastruktur, penerangan jalan umum, serta kebutuhan gedung dan fasilitas pendidikan.
Menurutnya, sejumlah persoalan tersebut sudah tercantum dalam perencanaan OPD terkait. Adapun persoalan yang belum dapat ditangani berkaitan dengan kewenangan pemerintah provinsi.
“Semua desa memiliki permasalahan masing-masing. Persoalannya hampir sama. Namun persoalan-persoalan itu tadi sudah ada dalam perencanaan OPD terkait. Jadi sekitar 80 persen bisa terjawab. Yang belum ada hanya yang terhubung dan menjadi kewenangan provinsi,” jelasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











