KENDAL, Harianmuria.com – Sebanyak 70 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) Kabupaten Kendal resmi memulai Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Tahun 2026 setelah dibuka oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, di Alun-alun Kendal, Jumat, 24 Juli 2026.
Para peserta yang merupakan hasil seleksi dari berbagai sekolah di Kabupaten Kendal akan menjalani rangkaian pelatihan hingga 16 Agustus 2026.
Selama masa pusdiklat, mereka dijadwalkan mengikuti latihan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB sebagai persiapan menjadi petugas pengibar Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kendal, 17 Agustus 2026.
Bupati Kendal yang akrab disapa Tika meminta seluruh peserta mengikuti proses pelatihan dengan penuh tanggung jawab, menaati seluruh ketentuan, serta menjaga kondisi fisik agar mampu menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan.
“Adik-adik adalah putra-putri terbaik Kabupaten Kendal yang telah melalui proses seleksi yang ketat. Saya berpesan agar mereka mengikuti pusdiklat ini dengan sungguh-sungguh karena mereka akan mengemban tugas yang sangat mulia, yaitu mengibarkan bendera merah putih pada upacara HUT Kemerdekaan RI,” katanya.
Tika juga mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran selama mengikuti pelatihan. Ia menegaskan, peserta yang tiga kali tidak mengikuti latihan sesuai ketentuan dapat dinyatakan gugur.
“Jaga kesehatan, istirahat yang cukup agar bisa mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sampai selesai. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan kelancaran,” pesannya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando, mengatakan materi Pusdiklat tahun ini menitikberatkan pada pembinaan fisik sebagai bekal utama sebelum peserta menjalani latihan teknis lainnya.
“Pelatihan difokuskan pada fisik. Setelah itu dilanjutkan dengan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan pemantapan,” jelasnya.
Menurut Febi, pelatihan melibatkan instruktur dari Kodim 0715/Kendal, Polres Kendal, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI).
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal bersama PMI turut memberikan dukungan layanan kesehatan untuk memastikan seluruh peserta tetap dalam kondisi prima selama menjalani pendidikan.
Ia juga mengingatkan peserta agar menerapkan pola hidup sehat, menjaga kedisiplinan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu fokus selama mengikuti pusdiklat.
“Jam 21.00 sudah harus tidur, hindari pergaulan yang tidak perlu, selalu berdoa, patuh kepada orang tua dan pelatih, serta utamakan keselamatan,” tegasnya.
Febi mengungkapkan, komposisi peserta sempat mengalami perubahan setelah satu calon anggota paskibraka mengalami kecelakaan dan tidak dapat melanjutkan ke tahap pelatihan. Posisi tersebut kemudian diisi oleh peserta yang berada pada peringkat seleksi berikutnya.
Salah seorang peserta dari SMAN 1 Boja, Muhammad Ulil Albab, mengaku telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari agar siap mengikuti seluruh rangkaian latihan.
“Saya menjaga fisik dan mental dengan menerapkan pola hidup sehat, tidur yang cukup agar bisa mengikuti latihan dengan maksimal. Sebelumnya kami juga rutin melakukan pembinaan fisik secara mandiri,” katanya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











