BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengalokasikan Rp800 juta untuk mendukung pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung pada 2026.
Kegiatan TMMD yang telah terlaksana ataupun sedang dilaksanakan mendapatkan dukungan anggaran hingga Rp1,215 miliar. Tiga kegiatan itu meliputi, TMMD Sengkuyung I di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan pada Februari, TMMD Sengkuyung II di Desa Sedangwungu, Kecamatan Banjarejo pada April, terakhir TMMD Sengkuyung III di Desa Gembyungan, Kecamatan Randublatung pada Juli.
Kepala Bidang Penataan, Pengembangan dan Pengelolaan Keuangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Amin Zainudin, mengatakan Kabupaten Blora rutin mengalokasikan anggaran untuk empat kali pelaksanaan TMMD Sengkuyung setiap tahun.
“Program ini merupakan kegiatan dari pemerintah pusat. Kabupaten Blora setiap tahun mendapat alokasi empat kali pelaksanaan TMMD Sengkuyung,” ujar Amin, Jumat, 24 Juli 2026.
Setiap lokasi mendapat dukungan anggaran Rp200 juta dari APBD Kabupaten Blora dan Rp165 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, Baznas turut memberikan bantuan Rp 40 juta untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di setiap lokasi.
“Sebagai contoh TMMD di Desa Gembyungan, ada kegiatan fisik. TMMD membangun jalan makadam sepanjang 950 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 20 sentimeter. Selain itu, dibangun talut di sisi kanan dan kiri jalan sepanjang 123 meter untuk memperkuat badan jalan,” katanya.
Total anggaran TMMD Sengkuyung di Blora dalam empat kali pelaksanaan mencapai sekitar Rp1,62 miliar, terdiri atas Rp 800 juta dari APBD Kabupaten Blora, Rp660 juta dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah, dan Rp160 juta dari Baznas.
Amin berharap pembangunan infrastruktur melalui TMMD mampu meningkatkan akses masyarakat, terutama untuk menunjang sektor pertanian.
“Kami berharap jalan yang dibangun melalui TMMD ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, memperlancar mobilitas, dan membantu para petani saat mengangkut hasil panen,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa










