• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Uji Coba Lima Hari Kerja di Pati, Nasib TPQ dan Madin Dipertanyakan

Sekar Sari by Sekar Sari
19 Oktober 2022
in Highlight, News
70 3
TPQ dan Masrasah yang ada di Pati. (Kemenag Pati/Harianmuria.com)

TPQ dan Masrasah yang ada di Pati. (Kemenag Pati/Harianmuria.com)

561
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Uji coba lima hari kerja tidak hanya diberlakukan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini disampaikan oleh Penjabat (Pj)Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, pihaknya menyebut bahwa sejumlah SD dan SMP juga turut diuji coba untuk sekolah lima hari.

“Hanya beberapa sekolah yang dicoba (masuk lima hari),” ungkapnya belum lama ini.

Sementara sekolah yang hendak diuji coba, dirinya mengatakan belum mengetahui secara pasti dan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Nanti saya cek datanya lagi, kalau tidak salah ada lima sekolah. Nanti saya koordinasikan dengan teman-teman Disdikbud,” sambungnya.

Di sisi lain, percobaan masuk lima hari ini justru menimbulkan kekhawatiran bagi pengajar di Tempat Pendidikan Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin).

Mengetahui hal itu, Henggar mengaku sudah mempertimbangkannya dan akan melakukan studi ke sejumlah daerah.

“Itu yang coba kita pertimbangkan. Melihat tetangga kanan dan kiri, kabupaten yang lain seperti apa memberlakukannya. Kalau memungkinkan dan bisa dengan 5 hari sekolah kenapa tidak. Tetapi kalau memang banyak kekhawatiran, ya nanti kita pertimbangka. Itu nanti dalam evaluasi kan kelihatan,” terangnya.

Adapun alasan dari diberlakukannya uji coba ini, pihaknya menerangkan bahwa kebijakan ini selain dapat mengefisienkan dan mengefektifkan kinerja. Selain itu, kebijakan tersebut diklaim dapat mendukung kelancaran lalu lintas terutama di pagi hari.

Henggar menyebut, lima hari kerja juga perlu diatur jamnya supaya tidak berbarengan dengan waktu masuk sekolah. Yakni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan menentukan jam masuk kantor pukul 07.30 WIB agar tidak berbarengan dengan jam masuk pelajar pada pukul 07.00 WIB.

“Jangan sampai jam masuk kantor bersamaan dengan jam masuk anak-anak sekolah sehingga terjadi kepadatan lalu lintas,” jelasnya.

Sebelumnya, pemberlakukan lima hari sekolah ini muncul dari kekhawatiran pada dewan. Seperti yang diungkapkan anggota Komisi D DPRD Pati Roihan beberapa waktu lalu. Pihaknya menyebut kebijakan lima hari sekolah dapat mematikan TPQ dan Madin.

Sebab bagi Roihan, kedua jenjang pendidikan informal itu sama pentingnya untuk dijaga dan dikembangkan. Selain sebagai kearifan lokal, TPQ dan Madin merupakan wadah anak untuk membentuk akhlakul karimah dan menimba ilmu agama.

“Bekal itu tidak didapatkan di sekolah, meskipun ada materi dan guru khusus. TPQ dan Madin yang ada hampir semua desa di Pati telah terbukti memberi bekal karakter kuat kepada anak-anak. Jadi kalau sekolah lima hari, maka TPQ dan Madin yang jam masuknya siang sampai sore akan mati,” paparnya.

Lain dengan yang disampaikan anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen. Pihaknya mengingatkan Pemkab Pati untuk memperhatikan bahwa jam sekolah akan menjadi lebih panjang. Bahkan lanjut dia, TPQ dan Madin akan semakin ditinggalkan.

Dengan demikian, kebijakan lima hari sekolah bagi SD dan SMP akan memberikan dampak besar bagi TPQ dan Madin. Terlebih kedua lembaga pendidikan informal ini didirikan oleh ulama dan kiai yang sama-sama menguatkan karakter generasi bangsa.

“TPQ dan Madin itu lembaga yang telah ada sejak lama. Kontribusinya untuk bangsa ini sangat besar karena penanaman akhlak mulia dan ilmu agama sangat kuat. Itu tidak bisa digantikan di sekolah umum. Jadi kalau jam belajar SD dan SMP sampai menjelang sore, maka akan mematikan TPQ dan Madin,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pada kesempatan lain Komisi E DPRD Jateng pernah mendatangkan psikolog untuk membahas waktu belajar anak. Berdasarkan kajian psikolog, daya ingat dan serap anak justru akan turun drastis setelah jam 12.00. (Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info MuriaInfo PatiLima Hari KerjaMadinpatiTPQ
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Kisah Sujiyanto, Difabel Penjual Mainan Anak Terima Bantuan Kendaraan Roda Tiga

Next Post

10 Wisata Alam di Blora yang Masih Asri dan Paling Menarik, Wajib Dikunjungi Wisatawan

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

by ulfa puspa
8 Oktober 2026
531

PATI, Harianmuria.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan, Dika Dwi Angga,meninjau proyek penataan trotoar Jalan Sudirman, Kabupaten...

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
514

PATI, Harianmuria.com – DPRD Kabupaten Pati bersama pemerintah setempat setuju melanjutkan pembahasan Raperda APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2027. Persetujuan tersebut setelah seluruh fraksi DPRD Pati menyampaikan pandangan...

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
644

PATI, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mengaku tidak dilibatkan secara teknis dalam proyek renovasi trotoar Jalan Sudirman. Plt Sekretaris DPUTR Pati, Widyotomo,...

Dimintai Klarifikasi, Sejumlah Camat di Pati Absen Rapat Paripurna Karena Ada Musrenbang

Dimintai Klarifikasi, Sejumlah Camat di Pati Absen Rapat Paripurna Karena Ada Musrenbang

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
742

PATI, Harianmuria.com – Komisi A DPRD Kabupaten Pati memanggil sejumlah camat untuk klarifikasi buntut tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD tentang perubahan APBD pada 14 September 2026. Ketua...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Resmi! Mulai Hari Ini, RSUD Randublatung Blora Layani Pasien BPJS

Resmi! Mulai Hari Ini, RSUD Randublatung Blora Layani Pasien BPJS

7 Juli 2025
564
Menjelang HUT RI, Penyedia Sewa Kostum di Rembang Banjir Orderan

Menjelang HUT RI, Penyedia Sewa Kostum di Rembang Banjir Orderan

2 Agustus 2022
851

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya