GROBOGAN, Harianmuria.com – Konflik yang memanas antara Amerika Serikat-Israel dan Iran dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada terganggunya sejumlah jalur transportasi internasional. Kondisi ini menyebabkan banyak penerbangan tertunda bahkan tidak dapat mengakses jalur penerbangan tertentu di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut turut memengaruhi kepulangan jemaah umrah asal Indonesia. Sejumlah jemaah mengalami keterlambatan kepulangan ke tanah air akibat gangguan transportasi tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Grobogan, Ali Muhtarom, memastikan seluruh jemaah umrah dapat kembali dengan selamat.
“Alhamdulillah pada saat terjadinya perang di Timur Tengah ini untuk Grobogan jemaahnya sudah pulang semua,” terangnya, Minggu, 8 Maret 2026.
Total terdapat 53 jemaah umrah asal Grobogan dari berbagai biro perjalanan umrah yang telah dipastikan kepulangannya dalam kondisi aman.
Sementara itu, pihak Kementerian Haji dan Umroh Grobogan juga mengimbau agar keberangkatan jemaah umrah yang dijadwalkan pada bulan Maret ini ditunda sementara waktu. Penjadwalan ulang disarankan hingga situasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali kondusif.
“Untuk sementara dari PPI itu belum ada. Jadi seandainya ada kita harapkan untuk bisa menunda keberangkatan,” terangnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak lanjutan dari terganggunya jalur transportasi internasional akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











