BLORA, Harianmuria.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora mengusulkan revitalisasi untuk ratusan sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP pada tahun 2026.
Kepala Bidang Sarpras Disdik Blora, Sandy Tresna Hadi, ratusan sekolah tersebut telah melalui proses verifikasi dari pemerintah daerah pada bulan November hingga Desember 2025 untuk diajukan ke pemerintah pusat.
“Blora dan daerah lain di Indonesia proses usulan di bulan November hingga Desember,” ujar Sandy, Jumat, 20 Februari 2026.
Proses verifikasi dari pemerintah daerah mengusulkan 200 sekolah dengan rincian, PAUD/TK 45, SD 130, dan SMP 25.
“Semua itu sudah termasuk sekolah swasta,” ungkapnya.
Kemendikdasmen Sediakan Rp100 T Revitalisasi 11.446 Sekolah, Blora Masuk Radar
Namun, untuk verifikasi tingkat Kementerian hingga saat ini masih belum ada hasilnya. Menurut Sandy, kendala persetujuan dari kementerian biasanya terjadi pada detail-detail data pendukung, seperti jumlah foto, video, hingga kejelasan status kepemilikan tanah.
“Itu (kekurangan detail pendukung) yang kita tahu saat proses verifikasi. Setelah proses usulan selesai, ada pemberitahuan revisi,” katanya.
Sandy menyebutkan dalam program revitalisasi sekolah terdapat dua jalur, yaitu pengusulan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan atau pemerintah pusat secara langsung.
Untuk usulan revitalisasi sekolah tahun 2026 dan tahun 2025 berbeda secara pelaksanaan. Dimana tahun 2025 adalah usulan 2024 untuk Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Tapi diluar usulan DAK pun ternyata banyak sekolah yang dapat tanpa melalui usulan diknas,” ungkapnya.
Sandy mengungkapkan bahwa program revitalisasi sekolah tahun 2025 ada 60 satuan pendidikan di Kabupaten Blora yang diperbaiki, dengan total anggaran sekitar Rp38 miliar.
“Sudah serah terima dari sekolah ke kementerian selaku PPKom nya. Serah terima aset ke Pemda (dinas pendidikan),” terangnya.
Ditinjau Kemendikdasmen, SMPN 1 Sambong Blora Masuk Prioritas Revitalisasi 2026
Pihaknya bersyukur pelaksanaan revitalisasi sekolah tahun 2025 di Kabupaten Blora tanpa ada teguran dari pemerintah pusat.
“Ini muncul lagi surat teguran, di daerah-daerah lain, yang belum selesai. Apa sudah selesai tapi belum laporan atau bagaimana detailnya. Tapi untuk Blora tidak ada,” terangnya.
Sebagai informasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dapat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp100 triliun untuk program revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia tahun anggaran 2026.
Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Mariman Darto, saat meninjau sekolah rusak di SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora pada Jumat, 30 Januari 2026 mengungkapkan ada 11.446 sekolah yang masuk tahap awal revitalisasi.
Mariman mengatakan revitalisasi sekolah tersebut dalam proses penganggaran. Setelah verifikasi dan validasi (verval) serta verifikasi lanjutan selesai, pelaksanaan fisik ditargetkan dapat dimulai pada Februari hingga Maret 2026 dengan estimasi pengerjaan 90 sampai 100 hari.
“Target selesai bulan Juni sudah bisa digunakan,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











