BLORA, Harianmuria.com – Pedagang pasar di Pasar Sidomakmur Kabupaten Blora mengungkap stok minyak goreng bersubsidi, MinyaKita, mengalami kekosongan sejak awal Ramdan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Harga MinyaKita bahkan sempat dijual setara minyak curah di rentang Rp18-19 ribu saat stok langka. Sedangkan permintaan minyak curah mengalami penurunan.
Ali Imron, salah satu pedagang di Blok D Pasar Sidomakmur, mengatakan kondisi penjualan atau permintaan minyak curah di pasar sedang mengalami penurunan. Hal itu dipicu oleh harga minyak goreng yang lebih murah, yakni Minyakita.
“Untuk stok minyak curah masih ada, dan untuk harga naik Rp200 dari harga Rp18.800 sekarang naik jadi Rp19 ribu, kalau jual ecer menjadi Rp19.500,” ujar Imron, Kamis, 5 Maret 2026.
Selain itu, Imron mengungkapkan pasokan Minyakita di lapak sejumlah pedagang juga mengalami kekosongan. Bahkan ia menyebutkan kekosongan tersebut terjadi sejak awal Ramadan.
“Sudah dua ninggu stoknya terbatas, jadi dari Bulog di setiap lokasi pasar dikasih 5 sampai 15 kardus per titik. Kalau saya dapat 10 sampai 15 kardus. MinyaKita itu kadang 2 hingga 3 hari sudah habis dan bahkan satu hari sudah habis,” jelasnya.
Minat masyarakat terhadap MinyaKita masih tinggi karena harganya murah diangka Rp15,700 daripada minyak premium. Namun ia juga menyebutkan penjualan di tingkat pengecer atau bukan di Pasar Sidomakmur harga tersebut naik diangka Rp18-19 ribu setara dengan harga minyak curah.
“Kalau jual itu ya harus diecer, satu dus itu dibagi-bagi dan yang beli dibatasi. Saya jualnya sesuai dengan aturan pemerintah kalau untuk minyak subsidi. Tapi, untuk stoknya sudah lama kosong,” katanya.
Pedagang lainnya Sumartini juga mengaku sudah tidak memiliki stok MinyaKita dan minyak curah. Permintaan para pembeli ke minyak subsidi terlalu banyak dan pedagang hanya mendapatkan kuota terbatas.
“Biasanya langsung habis dan tidak ada tiga jam pasti sudah dibeli sama warga. Sekarang ya jual yang minyak premium atau sedang aja,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Blora Puji Ariyanto mengaku telah mendapat informasi bahan-bahan baku di pasar mengalami kenaikan. Seperti cabai dan minyak goreng sudah naik.
Terkait stok MinyaKita, pihaknya akan segera melakukan operasi pasar dengan tim pencegahan inflasi daerah ke pasar-pasar tradisional.
“Kemungkinan karena ada beberapa komoditas seperti minyak goreng dan cabe ini saat Ramadan banyak pembeli. Banyak juga orang masak dan UMKM banyak pesanan yang membuat harga di pasaran naik,” tuturnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa










