BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memastikan seluruh alokasi Dana Desa (ADD) non-Siltap atau di luar penghasilan tetap perangkat desa telah dicairkan 100 persen. Total dana yang direalisasikan mencapai Rp36,9 miliar.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Blora, Wahyu Triatmoko, mengatakan pencairan ADD non-Siltap dilakukan dalam dua tahap. Tahap kedua telah selesai dicairkan pada akhir Juli 2026.
“Realisasi ADD selain Siltap per 31 Juli 2026, pada tahap pertama Rp18.393.125.600, lalu ADD tahap II Rp18.531.789.924,” ujar Wahyu melalui keterangan tertulis, Senin, 10 Agustus 2026.
Dengan pencairan tersebut, total ADD non-Siltap yang telah disalurkan mencapai Rp36.924.915.524.
Pemkab Blora menilai kondisi itu memungkinkan kebutuhan operasional pemerintahan desa hingga akhir tahun anggaran dapat berjalan tanpa kendala pendanaan dari pos tersebut.
Berbeda dengan ADD non-Siltap, pencairan ADD untuk penghasilan tetap (Siltap) perangkat desa dilakukan setiap bulan.
Wahyu menyebut hingga saat ini realisasi ADD Siltap telah mencapai Rp40,2 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 2.728 pegawai desa, mulai dari kepala desa hingga perangkat desa.
“Hingga saat ini sudah Rp40,2 miliar, yang diperuntukkan 2.728 pegawai desa, baik untuk Kepala Desa hingga perangkat desa,” terangnya.
Ia menambahkan, total ADD Kabupaten Blora pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berkaitan dengan berkurangnya transfer pusat ke daerah (TKD) yang diterima Kabupaten Blora.
“Jumlah ADD tahun ini Rp105 miliar, kalau untuk tahun 2025 itu mencapai Rp130 miliar. Jadi ada pengurangan Rp25 miliar,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











