BLORA, Harianmuria.com – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TBC) untuk mengejar target eliminasi penyakit tersebut. Hingga kini, sebanyak 881 warga Blora dinyatakan positif TBC dari 6.678 orang yang telah menjalani pemeriksaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Blora, Anton Suwoto, mengatakan mayoritas pasien yang ditemukan sudah mendapatkan pengobatan. Dari total kasus positif, 874 pasien menjalani terapi selama enam bulan, sedangkan tujuh lainnya tercatat tidak rutin mengonsumsi obat.
“Kalau obat tidak dikonsumsi secara teratur, dikhawatirkan menjadi resisten. Ketika sudah resisten, pengobatannya lebih lama dan dosis obatnya lebih berat,” ujar Anton, Jumat, 28 Agustus 2026.
Untuk memperluas jangkauan penemuan, Dinkesda Blora menjalankan Active Case Finding (ACF) di 89 lokus mulai Juli hingga November. Program tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Petugas menargetkan sedikitnya 100 orang di setiap lokus untuk menjalani pemeriksaan, dengan keluarga pasien sebagai salah satu kelompok prioritas. Mereka dinilai memiliki risiko paparan lebih tinggi karena sering berinteraksi dengan penderita.
“Mereka memiliki intensitas komunikasi dan kontak yang tinggi dengan pasien,” katanya.
Anton menyebut target penemuan TBC baru di Blora pada 2026 sebanyak 1.790 kasus. Sampai saat ini, realisasi penemuan telah mencapai sekitar 49 persen, sedangkan cakupan penemuan terduga TBC berada di angka 76 persen.
Menurutnya, penemuan sedini mungkin harus diikuti pengobatan hingga pasien dinyatakan sembuh agar penularan dapat ditekan.
“Percepatan penemuan dan pengobatan diperlukan untuk mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030,” katanya.
Dinkesda Blora juga meminta masyarakat segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami batuk berkepanjangan. Warga yang mengalami batuk selama sedikitnya dua pekan disarankan mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
“Kalau ada masyarakat yang batuk selama dua minggu berturut-turut, segera periksa ke puskesmas. Jika terindikasi TBC, segera menjalani pengobatan,” tandasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











