BLORA, Harianmuria.com – Layanan pemeriksaan kebuntingan sapi di Pasar PON Blora yang dilakukan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora mengalami peningkatan permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha. Lonjakan tercatat mencapai sekitar 25 persen dibandingkan hari biasa.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Blora, Rasmiyana, mengatakan layanan tersebut digunakan untuk memastikan status sapi indukan, apakah sedang bunting atau tidak. Pemeriksaan ini menjadi salah satu layanan yang banyak diminta pedagang maupun pembeli sapi di pasar hewan.
“(Pada hari biasa) Sebelumnya rata-rata 20 hingga 25 ekor, saat ini menjadi 25 hingga 30 ekor,” ujar Yana, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurutnya, hasil pemeriksaan kebuntingan juga memengaruhi nilai jual sapi di pasaran, di mana sapi yang diketahui bunting memiliki harga lebih tinggi dibandingkan yang tidak bunting.
Ia menjelaskan, layanan tersebut merupakan permintaan dari pelaku usaha, baik pedagang, peternak, maupun masyarakat yang hendak membeli sapi untuk memastikan kondisi hewan sebelum transaksi dilakukan.
Untuk layanan tersebut, pihaknya menetapkan retribusi sebesar Rp30 ribu per ekor sapi yang diperiksa. Hasil retribusi itu kemudian masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD).
“Nantinya itu (hasil retribusi pengecekan kebuntingan), menjadi pendapatan asli daerah,” katanya.
Setelah pemeriksaan, petugas akan memberikan penandaan berupa stempel pada tubuh sapi sebagai bukti bahwa hewan tersebut telah diperiksa dan dinyatakan bunting.
Selain layanan kebuntingan, DP4 Blora juga mencatat peningkatan aktivitas jual beli sapi di pasar hewan menjelang Idul Adha. Jika pada hari biasa jumlah sapi yang masuk berkisar 400–500 ekor, maka saat ini meningkat menjadi sekitar 600–800 ekor per hari pasar.
“Namun menjelang hari kurban ini, selalu meningkat 600-800 ekor,” ujar Yana.
Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, ia menyebut DP4 Blora turut memperketat pengawasan kesehatan hewan di Pasar PON. Pemeriksaan dilakukan di pintu masuk pasar, termasuk pengecekan kondisi ternak serta penyemprotan disinfektan pada kendaraan pengangkut dan hewan.
“Kita sudah melaksanakan pemeriksaan di pintu masuk sapi. Kita periksa oleh petugas kesehatan kita, kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan kepada angkutan maupun ternak-ternaknya,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











