BLORA, Harianmuria.com – TK Pertiwi 2 Jiken, Desa/Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora mendapat bantuan revitalisasi tahap dua senilai Rp1,008 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2026.
Dana revitalisasi sekolah akan digunakan untuk membangun ruang kelas baru, merehabilitasi bangunan lama, hingga menata lingkungan sekolah.
Berdasarkan papan proyek di lokasi, revitalisasi TK Pertiwi 2 Jiken masuk daftar penerima bantuan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini.
Revitalisasi TK Pertiwi 2 Jiken dijadwalkan berlangsung 120 hari kalender, mulai 27 Juli hingga 24 November 2026.
Kepala TK Pertiwi 2 Jiken, Sri Suwabtiningsih, mengatakan sekolah saat ini memiliki sekitar 80 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel). Setiap rombel diisi sekitar 13 hingga 14 anak.
Namun, banyaknya peserta didik belum didukung ruang kelas yang memadai. Sebelumnya, sekolah hanya memiliki dua gedung, salah satunya mengalami keretakan hingga membelah bangunan.
“Gedung yang berdiri sejak 2010 itu sudah ada retakan yang membelah, sehingga membahayakan siswa. Satu gedung lainnya masih bagus, tetapi belum ada plafon, sehingga terasa panas saat musim kemarau,” ujar Sri, Jumat, 9 Oktober 2026.
Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar kurang nyaman. Ruang kelas bahkan harus dibagi menggunakan sekat bongkar pasang, agar bisa menampung lebih banyak siswa.
“Dulu hanya ada dua ruang kelas dengan sistem sekat. Kalau satu ruangan dibagi dua, tentu menjadi sangat sempit,” ujarnya.
Sri juga menjelaskan, bantuan revitalisasi diperoleh berdasarkan laporan kondisi sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pihaknya melaporkan kondisi bangunan dan keterbatasan ruang sesuai keadaan sebenarnya.
Melalui program tersebut, sekolah mendapat bantuan pembangunan dua ruang kelas baru dan rehabilitasi dua ruang kelas. Setelah pekerjaan selesai, TK Pertiwi 2 Jiken ditargetkan memiliki empat gedung dengan total lima ruang kelas bersekat permanen.
Selain ruang kelas, proyek juga mencakup pembangunan ruang UKS, pengadaan fasilitas sanitasi, penataan lingkungan, serta penyediaan alat permainan edukatif (APE).
Area bermain anak akan ditata dalam satu lokasi menyerupai taman. Sementara area yang sebelumnya digunakan untuk permainan akan dialihkan menjadi tempat parkir guru.
“Area bermain kita fokuskan di satu tempat supaya lebih rapi. Nantinya ada pohon mangga sebagai peneduh,” jelasnya.
Penataan lingkungan juga dilakukan untuk mengantisipasi banjir. Selama ini, aliran air hujan melewati bagian belakang gedung sekolah dan berpotensi menggenangi lingkungan.
Untuk mengatasinya, pihak pelaksana membuat saluran air berukuran besar. Sekolah juga mendapat fasilitas pengadaan air dan keran dengan sumber air dari PDAM.
“Sekolah juga mendapat penataan lingkungan dan sanitasi lingkungan,” katanya.
Kepala sekolah berharap fasilitas baru tersebut membuat kegiatan belajar mengajar lebih nyaman, aman dan menyenangkan bagi siswa.
Selama pembangunan berlangsung, pihaknya menyiapkan penempatan siswa secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi bangunan dan petunjuk teknis.
Sementara itu, mandor proyek, Mulyadi, mengatakan progres pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen. Pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
“Sekitar 20 pekerja dilibatkan. Sebagian besar warga setempat, sedangkan tenaga dari luar daerah juga didatangkan untuk memenuhi kebutuhan pekerja,” kata Mulyadi.
Ruang kelas baru berukuran 6 x 8 meter, sedangkan ruang UKS berukuran 3 x 8 meter. Material bangunan disimpan di gudang milik desa setelah berkoordinasi dengan kepala desa untuk menjaga keamanannya.
Salah satu wali murid, Sri Wahyuni, menyambut baik pembangunan tersebut. Ia mengaku sudah dua kali menyekolahkan anaknya di TK Pertiwi 2 Jiken.
Menurutnya, ruang belajar sebelumnya terasa sesak. Bahkan, seragam anaknya sering basah oleh keringat saat pulang sekolah.
“Senang sekolahnya sekarang jadi besar. Anak-anak tidak lagi umpel-umpelan. Dulu anak pertama saya bahkan pernah belajar di teras,” ungkapnya.
Sri juga berharap fasilitas baru tersebut membuat anak-anak lebih nyaman belajar sekaligus memiliki ruang bermain yang aman, untuk mendukung kreativitas dan tumbuh kembang mereka.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











